Hubble mungkin tidak lagi menjadi standar emas, namun masih dapat menangkap beberapa gambar yang mengesankan. Teleskop terbaru foto adalah pandangan kita yang paling jelas tentang Nebula Telur. Berjarak sekitar 3.000 tahun cahaya dari Bumi, nama nebula ini diambil dari lapisan gas dan debu padat yang menyelimuti bintang pusat.
Gambar baru menunjukkan empat pancaran cahaya bintang nebula (dari bintang pusat tersebut) keluar dari “cangkang” gas dan debunya. Di kedua sisi awan berbentuk cakram tersebut terdapat aliran keluar molekul hidrogen panas yang bergerak cepat. Sorotan oranye pada gambar ini menunjukkan pancaran cahaya inframerah.
Saat pancaran cahaya bintang terbentang dari pusatnya, sinar tersebut menerangi cincin gas konsentris. Pola gas yang menyerupai riak menunjukkan bahwa gas tersebut diciptakan oleh semburan berturut-turut dari bintang, dengan lebih banyak gas yang dikeluarkan setiap beberapa ratus tahun.
Gambar Hubble dari Nebula Telur. Cakram gas dan debu yang dikelilingi berkas cahaya dan cincin debu konsentris. (SA / Hubble & NASA, B. Balick (Universitas Washington))
Nebula Telur yang ditemukan di konstelasi Cygnus pertama kali ditemukan pada tahun 1975. Nebula pada fase praplanet ini jarang ditemukan. Karena tahap ini hanya berlangsung beberapa ribu tahun (dan karena sering kali redup), tahap ini relatif sulit dikenali oleh para astronom. Dengan membandingkan gambar baru ini dengan gambar Nebula Telur Hubble sebelumnya, para astronom dapat mempelajari lebih lanjut tentangnya dan menjelaskan lebih banyak tentang prosesnya. Tapi bagi kita semua, itu cukup menarik perhatian, bukan?











