I-League dijadwalkan dimulai pada 21 Februari.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian atas partisipasi klub di seluruh ekosistem sepak bola India, dengan spekulasi seputar kesiapan dan kelangsungan beberapa klub menjelang musim baru I-League, Sporting Club Bengaluru telah secara resmi menyatakan kesediaan mereka untuk masuk ke I-League 2025-26 jika ada lowongan.
Dalam surat yang ditujukan kepada Federasi Sepak Bola Seluruh India (AIFF), klub yang berbasis di Bengaluru telah menampilkan dirinya sebagai pilihan yang stabil dan siap, menggarisbawahi niatnya untuk membantu menjaga kesinambungan dan menjunjung integritas kompetitif liga.
“Mengingat ketidakpastian baru-baru ini seputar partisipasi klub di seluruh divisi, kami menganggap pantas untuk mencatat bahwa, jika ada lowongan yang muncul di I-League karena pengunduran diri, non-partisipasi atau keadaan darurat lainnya, Sporting Club Bengaluru akan sepenuhnya siap dan bersedia untuk berpartisipasi dalam musim I-League yang akan datang.”
Stand Klub Olahraga Bengaluru
Dalam komunikasinya kepada AIFF, Sporting Club Bengaluru dengan jelas menyatakan bahwa mereka siap turun tangan untuk musim I-League mendatang jika ada klub yang mengundurkan diri atau tidak dapat ambil bagian.
Klub ini menyoroti bahwa mereka telah siap secara operasional, finansial dan administratif, dan yakin dapat memenuhi semua persyaratan peraturan dan perizinan dalam jangka waktu yang ditentukan.
Pendekatan berwawasan ke depan ini menggarisbawahi ambisi Sporting Club Bengaluru untuk bersaing di level yang lebih tinggi, sekaligus menandakan niat mereka untuk memainkan peran konstruktif dalam memperkuat struktur sepakbola domestik di saat stabilitas liga terus menjadi perhatian yang mendesak.
Sporting Club Bengaluru menyoroti preseden AIFF sebelumnya
Sporting Club Bengaluru memperkuat argumen mereka dengan merujuk pada situasi serupa yang pernah ditangani oleh federasi di masa lalu. Mereka mengutip contoh seperti pemulihan Kenkre FC untuk musim 2021–22 dan 2022–23 setelah Chennai City FC tidak berpartisipasi dan penghentian Indian Arrows.
Mereka juga menyebutkan kembalinya Aizawl FC ke I-League pada 2016-17 setelah penarikan tiga klub Goan meskipun sebelumnya mereka terdegradasi, sebagai contoh di mana AIFF turun tangan untuk memastikan kelangsungan liga.
Sporting Club Bengaluru mencatat bahwa keputusan ini menyoroti sejarah federasi dalam memprioritaskan integritas olahraga dan stabilitas liga ketika kekosongan yang tidak terduga muncul.
“Kami menyampaikan bahwa pendekatan seperti itu akan konsisten dengan preseden masa lalu dalam sepak bola India, termasuk kembalinya Kenkre FC pada musim 2021-22 setelah Chennai City FC tidak berpartisipasi, dan kembali pada 2022-23 setelah penghentian Indian Arrows; dan kembalinya Aizawl FC pada musim 2016-17 setelah penarikan tiga klub Goa meskipun mereka sebelumnya pernah terdegradasi.
Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa, ketika lowongan olahraga muncul, AIFF telah menerapkan kebijaksanaannya demi kepentingan stabilitas liga dan integritas olahraga,” bunyi surat itu.
Dengan secara resmi menyatakan minat mereka, Sporting Club Bengaluru telah menunjukkan ambisi dan tanggung jawab. Saat sepak bola India menghadapi tantangan administratif dan struktural menjelang musim 2025-26, kesiapan Sporting Club Bengaluru menawarkan AIFF pilihan yang tepat untuk menjaga keseimbangan kompetitif dan stabilitas liga.
Jika terjadi kekosongan, kini keputusan ada di tangan federasi untuk memutuskan hasil yang adil dan konsisten dengan preseden.
Untuk pembaruan lebih lanjut, ikuti Khel Sekarang Facebook, Twitter, Instagram, Youtube; unduh Khel Sekarang Aplikasi Android atau Aplikasi iOS dan bergabunglah dengan komunitas kami ada apa & Telegram.














