Gianluca Prestianni menggunakan story di profil Instagramnya untuk menyangkal telah melakukan penghinaan rasis terhadap Vinicius Junior.
Menurut pemain Argentina asal Benfica itu, nomor punggung 7 Real Madrid”disalahartikan” kata-kata yang dia pikir dia dengar.
Iklan
“Saya ingin mengklarifikasi bahwa saya tidak pernah mengarahkan hinaan rasis kepada pemain Vinicius Junior, yang sayangnya salah menafsirkan apa yang dia pikir dia dengar.”
“Saya tidak pernah bersikap rasis kepada siapa pun dan saya menyesali ancaman yang saya terima dari pemain Real Madrid.”
Prestianni menggunakan foto dirinya bersama pemain Brasil itu dari duel sebelumnya antara Benfica dan Real – yang mengakibatkan Benfica lolos ke babak playoff – dalam postingan yang akan dihapus dalam 24 jam kecuali dia menyimpannya.
UEFA belum mengomentari kasus ini.
Mbappé membela Vini Jr., mengklaim hal itu dia mendengar Prestianni memanggil Mono Brasil (monyet dalam bahasa Spanyol) sebanyak lima kali.
Iklan
Vini Jr angkat bicara soal itu episode yang mengkritik, misalnya, protokol yang diadopsi oleh UEFA.
Mourinho, pelatih Benfica, menghindari mengomentari dugaan pelanggaran tersebut, dan fokus pada mengkritik selebrasi sang striker usai menentukan pertandingan.
Real dan Benfica akan bermain lagi Rabu depan (25).
Tim Spanyol akan mendapat keuntungan hasil imbang di Madrid.
Sementara itu, Benfica perlu menang dengan selisih dua gol untuk bisa melaju di waktu reguler.
Siapa pun yang melaju ke babak 16 besar akan menghadapi Sporting atau Manchester City.
Artikel ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Artificial Intelligence. Anda dapat membaca versi aslinya dalam bahasa di sini.









