Presiden FIFA Gianni Infantino pada pertandingan Piala Afrika CAF antara Senegal dan Maroko di Rabat pada 18 Januari 2026.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan dia mendukung kembalinya Rusia dan menyerukan diakhirinya empat tahun pengecualian negara itu dari turnamen internasional.

FIFA melarang Rusia berkompetisi ketika invasi mereka ke Ukraina dimulai pada Februari 2022. Rusia dikeluarkan dari Piala Dunia tahun itu di Qatar dan tidak ikut serta dalam kualifikasi edisi 2026 yang akan diadakan musim panas ini di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Infantino mengatakan larangan itu tidak membuahkan hasil dalam sebuah wawancara dengan Sky Sports yang berlangsung di London pada akhir pekan selama Piala Champions Wanita FIFA. Keinginan pertamanya adalah mengembalikan tim muda Rusia.

“Tentu saja kita harus (mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali Rusia), karena larangan ini tidak menghasilkan apa-apa. Ini hanya menciptakan lebih banyak frustrasi dan kebencian,” kata Infantino. “Memiliki anak perempuan dan laki-laki dari Rusia yang bisa bermain sepak bola di wilayah lain di Eropa akan sangat membantu.”

Komite eksekutif UEFA, yang pertemuan triwulanannya akan diadakan pada 11 Februari di Brussels, Belgia, memiliki wewenang untuk memulihkan kembali Rusia. Presiden UEFA Aleksander Ceferin menegaskan perang di Ukraina harus diakhiri agar hal itu bisa terjadi.

Badan pengatur Eropa pada tahun 2023 sempat berencana untuk membiarkan Rusia berkompetisi di kualifikasi kejuaraan kontinental U-17, dengan alasan keinginan untuk tidak menghukum anak-anak atas tindakan pemerintah. UEFA mengalah dan menguatkan larangan tersebut setelah selusin federasi nasional mengancam akan memboikot pertandingan melawan Rusia.

Di level putra senior, Rusia dibatasi untuk berpartisipasi dalam pertandingan persahabatan, yang terakhir melawan Chile dan Peru pada bulan November.

Rusia menjadi tuan rumah dan mencapai perempat final Piala Dunia 2018 pada masa jabatan pertama Infantino sebagai presiden FIFA.

Infantino mengatakan kepada Sky Sports bahwa penolakannya terhadap larangan tersebut tidak dapat dipungkiri dan FIFA harus “menetapkan dalam undang-undang kami bahwa kami tidak boleh melarang negara mana pun bermain sepak bola karena tindakan para pemimpin politik mereka.”

–Media Tingkat Lapangan

Tautan Sumber