Kekaguman Allan Donald terhadap Virat Kohli sekali lagi menarik perhatian, kali ini pada pertandingan SA20 antara Paarl Royals dan Pretoria Capitals.

Perintis legendaris Afrika Selatan ini mengenang percakapan lama dengan Hashim Amla yang membuat mantan rekan setimnya tercengang, saat Donald membandingkan rasa lapar dan dorongan Kohli dengan Sachin Tendulkar yang hebat.

Iklan

Donald, salah satu tokoh kriket paling disegani di Afrika Selatan, tidak pernah segan-segan memuji para pemain yang memiliki semangat dan etos kerja yang tiada henti.

Kohli, di matanya, mewakili standar keunggulan modern, pemain yang tekadnya terus menginspirasi rekan satu tim dan rivalnya.

Foto oleh Shammi MEHRA / AFP melalui Getty Images

Allan Donald mengungkapkan ketidakpercayaan Hashim Amla atas perbandingan Virat Kohli

Namun ketika Donald pernah menyampaikan pendapat tersebut kepada Amla, bahkan pemukul Afrika Selatan yang anggun pun terkejut.

“Saya mengatakannya beberapa tahun yang lalu, ketika saya satu ruangan dengan Hashim Amla, dan saya menyebutkan bahwa jika ada satu pemukul yang bisa mendekati Sachin, itu adalah Virat.

Iklan

Dia mungkin tidak akan sampai di sana, tapi Hash menatapku dan berkata, ‘Bagaimana kamu bisa mengatakan itu?’ Itu hanya rasa laparnya. Saya rasa saya belum pernah melihat pemain dengan tingkat dorongan seperti itu,” kata Donald.

Dia menambahkan: “Saya sangat menghormatinya. Saya sering berbicara tentang dia di ruang ganti, terutama tentang menjadi pelatih juara. Tidak ada orang yang berlatih sekeras Virat. Dia adalah sebuah mesin.”

Ucapan Donald menggarisbawahi konsistensi dan ketabahan mental yang menentukan karier Kohli. Persiapannya yang tak kenal lelah, pola pikir yang intens, dan kemampuannya untuk berkembang di bawah tekanan telah membuatnya mendapatkan pengakuan dari para legenda dari berbagai generasi.

Bahkan di antara rekan-rekan dari era keemasan kriket Afrika Selatan, reputasi Kohli sebagai pesaing yang tiada henti tetap tak tertandingi.

Iklan

Donald mengaku rindu menonton Kohli di Tests

Donald pun buka-bukaan soal absennya Kohli di format game terpanjang tersebut. “Saya sebenarnya merindukannya. Saya rindu menontonnya di Test Cricket.

“Rasanya seperti AB; Anda hampir berpikir dia pensiun terlalu dini. Tapi tidak ada keraguan kita akan melihatnya lagi di kriket bola putih, terutama di Piala Dunia, segera,” tutupnya.

Sentimen tersebut menggemakan pemikiran banyak penggemar kriket yang merasakan berkurangnya penampilan Tes Kohli dalam beberapa tahun terakhir.

Dikenal karena intensitasnya yang berapi-api dan standar kebugaran yang tak tertandingi, ketidakhadiran Kohli dalam kontes bola merah telah meninggalkan kekosongan dalam olahraga ini.

Iklan

Namun, seperti yang diisyaratkan Donald, pemain hebat India ini masih memiliki banyak hal untuk ditawarkan di arena bola putih, dimana semangat, ketepatan, dan kepemimpinannya terus membentuk era modern kriket.

Bagi Amla dan Donald, keduanya ahli dalam bidangnya, dorongan Kohli merupakan pengingat akan apa yang membedakan pemain hebat dari legenda.

Namanya, yang sering disebutkan bersama nama Tendulkar, melambangkan upaya kriket yang terus-menerus mengejar kesempurnaan, yang dibangun tidak hanya berdasarkan bakat tetapi juga atas kemauan yang tak henti-hentinya untuk menjadi lebih baik setiap hari.

Tautan Sumber