“Memalukan untuk sepak bola” setelah pertengkaran antara Vinícius Júnior dan Gianluca Prestianni

Benfica vs Real Madrid: Alexander-Arnold marah dengan rasisme

Trent Alexander-Arnold, bek Genuine Madrid, merespons dengan tegas setelah rekan setimnya Vinícius Júnior menjadi sasaran pelecehan rasis selama pertandingan melawan Benfica.

Insiden itu terjadi setelah Vinícius mencetak gol. Menurut pemberitaan, Gianluca Prestianni diduga melontarkan pernyataan rasis sambil menutup mulutnya dengan baju. Pertandingan dihentikan sebentar, dan penyelidikan sedang dilakukan. Alexander-Arnold menyuarakan kemarahannya:

Apa yang terjadi malam ini sungguh memalukan bagi sepak bola. Itu mencemari penampilan yang seharusnya brilian setelah gol menakjubkan.

Dia ingat bahwa Vinícius sebelumnya menjadi sasaran rasisme:

Vini sudah beberapa kali menghadapi pelecehan seperti ini. Menghancurkan malam seperti ini bagi tim kami tidak bisa diterima. Tidak ada tempat untuk hal ini di sepak bola atau di masyarakat. Itu menjijikkan.

Leg kedua akan dilangsungkan pada tanggal 25 Februari di Santiago Bernabéu, di tengah meningkatnya tekanan media dan olahraga.

Tautan Sumber