Sekolah di Karawang Sudah Melaksanakan PTM Terbatas, Wabup Cek Langsung Kelengkapan Prokes

Karawang, Kabarsebelas.com – Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh melakukan peninjauan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) pertama di SMPN 6,Karawang. Aep mengecek jalannya proses belajar mengajar, dan juga berinteraksi dengan sejumlah siswa yang hadir.

Wabup berpesan kepada para siswa jangan lengah menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, Wabup berpesan untuk sementara ini jangan dulu membeli jajan di kantin sekolah.

“Kalau mau berangkat sekolah makan dulu yang banyak di rumah ya. Kalau di sekolah lihat temen punya masker bagus, jangan langsung pengen tukeran. Nanti kalo ternyata temenya ga sikat gigi gimana?” canda Wabup diiringi gelak tawa siswa, kamis (16/09/21).

Dalam kunjungannya, Wabup Aep melakukan peninjauan jalannya proses belajar mengajar, melakukan pengecekan kelengkapan protokol kesehatan dan juga berinteraksi dengan sejumlah siswa yang hadir.

“Kita meninjau pelaksanaan belajar tatap muka terbatas pada hari ini, atas amanah gubernur Jawa Barat, untuk memastikan Pelaksanaan PTMT berjalan dengan baik dan tetap memperhatikan protokol kesehatan” kata Wabup.

Plt Kepala SMPN 6 Karawang, Hermawan mengungkapkan sebanyak 1.300 orang siswa sudah memulai pembelajaran PTMT sejak Rabu kemarin dengan memberlakukan sistem bergiliran atau shift. Pihak sekolah tengah melakukan uji coba untuk satu minggu ke depan.

“Pembelajaran hanya berlangsung 2 jam saja. Satu harinya dibagi menjadi 3 shift dimulai dari Pukul 07.00 WIB hingga 11.45 WIB. Untuk hari pertama, PTMT kelas 9, hari ini kelas 8 dan besok kelas 7. Kami juga masih melaksanakan pembelajaran daring. Jadi semisal hari ini kelas 8 tatap muka. Kelas 9 dan kelas 7 daring selama 2 jam pelajaran,” ungkap Hermawan.

Ia melanjutkan, pihak sekolah telah mengimbau orang tua siswa untuk melarang anak jajan di sekolah demi menghindari adanya kerumunan.

“Siswa ke sekolah hanya bawa bekal minuman saja,” ucapnya.

Sementara itu Gubernur Jabar, Ridwan Kamil memberikan pesan tentang PTM terbatas. Gubernur mengatakan, jika di beberapa wilayah Jabar yang semua gurunya telah divaksin dan PPKM-nya sudah di level 3 atau 2, maka boleh dilakukan tatap muka.

“Apalagi jika muridnya juga sudah divaksin, tentu diperbolehkan. Karena, terlalu lama sekolah online juga cukup mengkhawatirkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ridwan Kamil menjelaskan, vaksin tidak dijadikan syarat utama bagi siswa atau peserta didik. Namun untuk guru, vaksin menjadi syarat utama.

Pastikan ada wilayah-wilayah yang gurunya sudah divaksinasi dan PPKM-nya sudah tidak di Level 4, tapi Level 3-2. Jadi sesuai arahan dari kementerian sekolah boleh melaksanakan PTM terbatas,” terangnya.

Menurutnya, karena wilayah Jabar sangat luas, terdapat banyak daerah-daerah yang jauh dari perkotaan sehingga memiliki risiko COVID-19 yang kecil.

Semakin jauh dari perkotaan, risiko COVID-19 makin sedikit. Jadi daerah dengan PPKM Level 2, guru yang sudah divaksin sudah bisa didahulukan untuk membuka PTM terbatas.

“Apalagi kalau (vaksinasi) murid-muridnya bisa diakselerasi karena kalau terlalu lama online juga ada kajian yang cukup mengkhawatirkan,” pungkasnya.(red)