Peran Dunia Pendidikan di Era Society 5.0, Faperta Unsika Gelar Seminar Nasional

Karawang, Kabarsebelas.com – Peran dunia pendidikan di era society 5.0 Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) Kabupaten Karawang menggelar seminar nasional, di Swiss-Bellin Hotel Karawang, Rabu 24/11/2021.

Adapun tema yang diangkat pada seminar nasional tersebut yakni “Menyongsong Pertanian Berkelanjutan di Era Society 5.0”.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Hanafi Chaniago, Ir. Ali Jamil, M.P., Ph.D. Direktur Jenderal Prasana dan Sarana Pertanian, Kementrian Pertanian RI, Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc. F.Trop Wakil Rekor Institut Pertanian Bogor Bidang Kerja Sama, Maryadi, MM. Direktur Utama Pupuk Kujang Cikampek Indonesia.

Acara seminar nasional Faperta Unsika Dibuka oleh Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang.

Di era super smart society (society 5.0) sendiri diperkenalkan oleh Pemerintah Jepang pada tahun 2019, yang dibuat sebagai antisipasi dari gejolak disrupsi akibat revolusi industri 4.0, yang menyebabkan ketidakpastian yang kompleks dan ambigu (VUCA).

Dikhawatirkan invansi tersebut dapat menggerus nilai-nilai karakter kemanusiaan yang dipertahankan selama ini.

“Dalam menghadapi era society 5.0, dunia pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas SDM. Selain pendidikan beberapa elemen dan pemangku kepentingan seperti pemerintah, Organisasi Masyarakat (Ormas) dan seluruh masyarakat juga turut andil dalam menyambut era society 5.0 mendatang.” ujar Dr.Ir. Agung Prabowo, M. Eng, Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Kementerian Pertanian.

Lanjutnya, untuk menjawab tantangan Revolusi industri 4.0 dan Society 5.0 dalam dunia pendidikan diperlukan kecakapan hidup di abad 21 atau lebih dikenal dengan istilah 4C yakni Creativity, Critical Thingking, Communication, Collaboration.

“Tidak hanya literasi dasar namun juga memiliki kompetensi lainnya yaitu mampu berpikir kritis, bernalar, kretatif, berkomunikasi, kolaborasi serta memiliki kemampuan problem solving. Dan yang terpenting memiliki perilaku (karakter) yang mencerminkan profil pelajar pancasila seperti rasa ingin tahu, inisiatif, kegigihan, mudah beradaptasi memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki kepedulian sosial dan budaya,”jelasnya.

Sementara itu, Vera selaku Ketua Pelaksana mengatakan bahwa digelarnya seminar nasional ini karena untuk menjawab tantangan menghadapi era society 5.0.

“Sebagai Pendidik di era society 5.0, para pendidik harus memiliki keterampilan dibidang digital dan berpikir kreatif,”kata Vera.

Ditambahkannya, ada tiga hal yang harus dimanfaatkan pendidik di era society 5.0. diantaranya Internet of things pada dunia Pendidikan (IoT), Virtual/Augmented reality dalam dunia pendidikan, Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan untuk mengetahui serta mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran yang dibutuhkan oleh pelajar.***