Belasan Pensiunan PDAM Purwakarta belum mendapatkan hakanya

Purwakarta, KABARSEBELAS.COM – Sebanyak 12 orang pengsiunan pegawai PDAM mengadu ke Sekretariat Forum Masyarakat Purwakarta atau Formata. Pasalnya, semenjak pensiun, hak uang pensiunan dari PDAM Purwakarta yang seharusnya mereka terima belum didapatkannya. Dengan didampingi oleh Pengurus Formata, para Pensiunan Pegawai PDAM Purwakarta tersebut mendatangi DPRD Purwakarta, Kedatangan mereka diterima langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Purwakarta, Said Ali Azmi. Kamis (16/12) siang.

Ketua Komisi IV DPRD Purwakarta, Said Ali Azmi seusai menerima Formata dan Para Pensiunan Pegawai PDAM mengatakan, sebagai wakil rakyat, setiap ada permasalah yang berkaitan dengan masyarakat, DPRD Purwakarta akan membantu dan mengupayakan agar permasalah selesai. Begitu juga dengan para pensiunan PDAM Purwakarta yang saat ini belum menerima haknya.

“Hari ini juga, saya akan mendatangi PDAM Purwakarta untuk mempertanyakan apa penyebabnya hingga para pensiunan belum mendapatkan haknya, ” tegas Azmi, seraya menambahkan, pihaknyapun akan mempertanyakan penyebab keterlambatan iuran BPJS pegawai PDAM Purwakarta selama 4 bulan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Formata Purwakarta, Dedi Ahdiat menambahkan, pihaknya datang ke DPRD Purwakarta dalam rangka mendapangi para pensiunan PDAM Purwakarta.

“Mereka (Pensiunan PDAM – Red) datang ke Sekretariat Format dan menceritakan bahwa hak mereka yakni uang pensiunan belum juga diterimanya,” katanya.

Kabag Keuangan PDAM Purwakarta, Edi Budiawan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya para pensiunan PDAM yang belum mendapatkan uang hak pensiunannya.

“Rata – rata uang pensiunan para pegawai PDAM Purwakarta sekitar Rp 2,5 jutaan,” jelasnya.

Menurutnya, meskipun uang pensiunan belum dibayar, bentuk kepedulian direksi PDAM Purwakarta saat ini, pihak direksi memberikan pengganti uang makan sebesar Rp 500 ribu perbulannya.

“Uang pensiunan tersebut, paling lambat harus diserahkan Desember 2021,” katanya.

Berkaitan dengan keterlambatan iuran BPJS pegawai PDAM Purwakarta, Edi mengatakan, keterlambatan tersebut disebabkan karena banyaknya konsumen PDAM Purwakarta yang menunggak, hingga jumlah tunggakan keseluruhan mencapai Rp 8 milyar.

“Kewajiban PDAM Purwakarta membayar iuran BPJS sebesar Rp 41 juta perbulan untuk sekitar 167 pegawai,” pungkasnya. (Dadi)