Rabu, 18 Februari 2026 – 13:00 WIB

Jakarta – Polemik rumah tangga kembali mencuat ke ruang publik. Setelah sebelumnya Inara Rusli melaporkan persoalan akses bertemu anak ke Komnas Perlindungan Anak (PA) akibat konflik dengan Virgoun, kini langkah serupa ditempuh oleh Insanul Fahmi.



Ada Titik Terang, Virgoun dan Inara Rusli Bakal Damai Soal Hak Asuh Anak

Ia secara terbuka mengadu ke Komnas PA karena mengaku kesulitan bertemu buah hatinya dari pernikahannya dengan Wardatina Mawa. Scroll lebih lanjut yuk!

Melalui unggahan di Instagram Story, Insanul Fahmi mengungkapkan kekecewaannya karena merasa aksesnya untuk bertemu sang anak terhambat selama berbulan-bulan.


img_title

Klaim Punya Bukti, Insanul Fahmi Sebut Konflik dengan Inara Rusli dan Mawa Settingan Manajemen Artis

Dalam tulisannya, ia meminta bantuan agar bisa melihat putranya yang katanya sudah hampir empat bulan tidak ia temui.

“Mohon bantu pertemukan saya dengan anak saya yang sudah ditahan-tahan hampir empat bulan,” tulis Insanul Fahmi dalam unggahan Instagram Story, dikutip Rabu 18 Februari 2026.


img_title

Unggah Momen Inara Rusli Temui Anak, Virgoun Sindir: Pake Segala Ultimatum!

Tak hanya menandai Komnas PA, Insanul juga menyematkan sejumlah institusi penegak hukum dalam unggahannya. Beberapa di antaranya termasuk Kapolri, Bareskrim, hingga Polda Metro Jaya. Langkah tersebut diduga sebagai bentuk keseriusannya dalam memperjuangkan hak bertemu anak.

Insanul menyatakan bahwa berbagai upaya persuasif telah ia lakukan demi bisa bertatap muka langsung dengan sang buah hati. Namun, menurut pengakuannya, semua usaha tersebut belum membuahkan hasil.

Ia bahkan mengungkapkan momen terakhir saat melakukan panggilan video dengan anaknya yang dinilai menunjukkan kebutuhan emosional yang besar terhadap kehadiran seorang ayah.

“Saya sudah berkali kali meminta untuk dipertemukan, kasihan dia terakhir kali video call merasa sangat membutuhkan kehadiran saya,” kata Insanul Fahmi.

Keresahan Insanul semakin bertambah setelah mendengar kabar yang menyebut anaknya kerap ditinggal dari pagi hingga malam hari.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti lokasi tempat tinggal anaknya saat ini.

“Katanya sering ditinggal dirumah pagi sampai malam yang saya tidak tahu alamatnya di mana (walaupun cuma sama mba),” lanjutnya.

Sebagai seorang ayah, Insanul Fahmi mengaku sangat mencemaskan perkembangan psikologis dan pendidikan awal anaknya, terutama mengingat masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam pembentukan karakter.

Mereka menegaskan kesiapannya untuk melakukan intervensi langsung bila diperlukan.

Halaman Selanjutnya

“Apabila tidak ada madrasah pertamanya di masa golden age saat ini saya masih bisa dan sanggup untuk mengurus,” imbiuh Insanul Fahmi.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber