Minggu, 15 Februari 2026 – 14: 00 WIB.
Jakarta — Sebuah video clip viral di media sosial memperlihatkan aksi rasisme di dalam bus TransJakarta koridor 10 H. Insiden tersebut terjadi pada Rabu 11 Februari pukul 17 50 bermula saat penumpang pria dalam bus itu tiba-tiba melontarkan ujaran rasis kepada seorang wanita yang ada di depannya.
Berdasarkan keterangan sang pemilik akun @ ayo, colek awalnya pria tersebut berkoar-koar dengan nada menghina dan menyuruh wanita tersebut pergi ke resort karena dianggap sebagai keturunan China.
“Sore jam 17 50 TransJakarta 10 H bapak gila ini berkoar-koar ngatain cina pergi ke hotel aja sana. Posisi saya dan pacar saya memang sedang posisi berdiri dan dekat/ Ujaran rasisnya kemudian terdengar dan saya labrak,” tulis pemilk akun tersebut.
Mendengar ujaran rasis tersebut, sang perempuan tak tinggal diam. Dirinya langsung memberikan peringatan keras terhadap pria tersebut.
“kenapa lo foto-foto orang. Gue pecahin kepala lo,” kata pria paruh baya itu.
“Oh bisa Ganti emang?,” sahut sang wanita tersebut.
“Ganti, Ganti. Gila lo,” kata pria paruh baya.
Sementara itu, pria berkaos putih yang duduk di belakang pria tersebut juga mencoba melerai. Dia menilai bahwa respon perempuan tersebut wajar lantaran pria paruh baya itu memberikan ujaran rasisme.
“Sudah pak, sudah jaga diri dulu. Enggak usah urus orang Cina seperti itu pak. Rasis namanya pak,” kata pria berkemeja putih itu.
“Saya orang Indo kok. Kenapa?,’ sahut wanita tersebut.
Pria paruh baya itu hanya terdiam dan memberikan gestur kesal dengan matanya yang melotot.
Sontak saja unggahan yang viral tersebut langsung mendapat ribuan komentar netizen. Tak sedikit dari mereka memberikan apresiasi kepada pria berkaos putih lantaran hanya dia satu-satunya pria di dalam bus itu yang membela wanita tersebut dari ujaran rasisme.
“Mas kaos putih act of service banget. Terlihat gak peduli dan sibuk primary video games. Tapi dia doang yang berani belain mbanya,” komentar netizen.
“Respect mas-mas yang dibelakang, yang laen malah diem aja gila sih segitu banyaknya orang satu orang doang yang negor,” koementar lainnya.
Halaman Selanjutnya
rasisme di transjakarta










