Rabu, 18 Februari 2026 – 17: 38 WIB
VIVA — Bintang Real Madrid, Vinicius Junior, angkat suara usai laga panas melawan Benfica di Liga Champions. Winger Brasil itu menuding pemain Benfica, Gianluca Prestianni, melontarkan ujaran bernada rasis dalam battle yang digelar di Estadio da Luz, Selasa malam.
Insiden tersebut terjadi setelah Vinicius mencetak gol kemenangan Real Madrid di awal babak kedua. Laga sempat dihentikan sekitar 10 menit setelah Vinicius melapor kepada wasit Francois Letexier terkait dugaan pelecehan rasial, sebelum protokol anti-rasisme diaktifkan.
Meski Los Blancos menang 1 -0 pada leg pertama fase play-off gugur UEFA Champions Organization, sorotan utama justru tertuju pada dugaan rasisme tersebut. Vinicius bahkan diganjar kartu kuning akibat selebrasi golnya, lalu terlibat adu argumen dengan Prestianni sebelum meninggalkan lapangan bersama rekan setimnya.
Lewat Instagram, Vinicius menumpahkan kekecewaannya. Ia menyebut para rasis sebagai pengecut dan mempertanyakan penerapan protokol yang dinilainya tak berjalan efektif. “Saya mendapat kartu kuning karena merayakan gol. Itu masih tak saya mengerti. Tapi yang lebih menyedihkan, protokol yang dijalankan hari ini tidak membawa dampak apa word play here,” tulisnya.
Dukungan word play here datang dari CBF. Federasi sepak bola Brasil menegaskan solidaritas penuh kepada Vinicius dan menyatakan rasisme adalah kejahatan yang tak bisa ditoleransi, baik di sepak bola maupun di mana pun.
Sementara itu, Prestianni membantah keras tudingan tersebut. Melalui media sosial, ia mengklaim tak pernah mengucapkan kata-kata rasis dan menyebut Vinicius salah paham. Ia juga mengaku menerima ancaman usai laga.
Pelatih Benfica, Jose Mourinho, memilih bersikap netral. “Saya tidak ingin memihak. Keduanya menyampaikan versi yang sangat berbeda,” ujarnya singkat.
Isu ini makin memanas setelah rekan setim Vinicius, Kylian Mbappe, angkat bicara. Mbappe secara terbuka meminta UEFA menjatuhkan hukuman larangan seumur hidup di Liga Champions kepada Prestianni. “Saya melihat dan mendengar langsung. Ini tidak bisa diterima,” tegas Mbappe.
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, juga menekankan prinsip nol toleransi terhadap rasisme. Ia memastikan seluruh tim berdiri di belakang Vinicius. “Apa word play here keputusan Vini, kami akan bersamanya. Ini bukan kali pertama dia mengalaminya, dan itu sangat menyedihkan,” katanya.
Pengakuan Pelatih Juventus Usai Skuadnya Dipecundangi Galatasaray 5 – 2
Juventus dipermalukan Galatasaray 5 – 2 di Liga Champions. Pelatih Luciano Spalletti akui timnya kehilangan karakter dan mundur tiga langkah jelang leg kedua di Turin.
VIVA.co.id
18 Februari 2026









