Sabtu, 14 Februari 2026 – 13:30 WIB

Semarang, VIVA – Polemik bus berbahan bakar fosil yang memicu polusi udara hingga dijuluki “Cumi-Cumi Darat” kini mulai mendapat jawaban. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) bersama Laksana resmi mengikuti uji coba bus listrik 12 meter di Koridor 1 Trans Semarang.



VKTR Raup Laba Rp8 Miliar di Kuartal III-2025, Penjualan Kendaraan Listrik Meledak Lebih dari 100 Persen

Uji coba yang difasilitasi Dinas Perhubungan Kota Semarang itu dimulai Jumat, 13 Februari 2026. Satu unit bus listrik hasil kolaborasi VKTR dan Laksana akan melayani rute Terminal Mangkang–Terminal Penggaron selama satu bulan penuh.

Selama masa trial, armada tersebut langsung mengangkut penumpang agar dapat dilakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari performa teknis, aspek operasional, hingga pengalaman pengguna.


img_title

Pendapatan Naik 11 Persen, VKTR Genjot Ekspansi Kendaraan Listrik Komersial

Saat ini, VKTR telah mengoperasikan 122 unit bus listrik di Jakarta melalui sejumlah operator Transjakarta. Selain itu, 30 unit tambahan tengah memasuki proses karoseri di Laksana.

Sebelum uji coba digelar, VKTR dan Laksana juga menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Modernisasi dan Transisi Bus Listrik Menuju Angkutan Umum Kota Semarang yang Berkelanjutan” pada 9 Februari 2026. Forum tersebut dihadiri Dinas Perhubungan Kota Semarang, BLU UPTD Trans Semarang, serta sejumlah operator lokal.


img_title

Laba Bersih VKTR Semester I-2025 Turun, Manajemen Ungkap Penyebabnya

Dalam forum itu, VKTR memaparkan kesiapan teknologi kendaraan listrik, skema pembiayaan, hingga standar keselamatan operasional sebagai bagian dari solusi komprehensif elektrifikasi transportasi publik.

Direktur dan Chief Operational Officer VKTR, V. Bimo Kurniatmoko, menegaskan bahwa uji coba ini merupakan bagian dari strategi ekspansi nasional perusahaan.

“Sebagai pionir perusahaan kendaraan listrik CKD di Indonesia, VKTR tidak hanya berkomitmen menghadirkan kendaraan listrik, tetapi juga aktif mendorong adopsi EV di berbagai sektor, termasuk sektor transportasi umum. Setelah dipercaya oleh Transjakarta untuk menyediakan unit bus listrik di ibu kota, kami dan Laksana tentunya ingin membawa kesuksesan dari implementasi ini ke kota-kota lain. Oleh karena itu, kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang serta Trans Semarang untuk turut serta dalam uji coba ini. Ini merupakan momentum penting bagi kami serta bukti komitmen kami dalam mendukung transformasi transportasi publik ke arah yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Bimo dalam keterangannya yang diterima VIVA, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Halaman Selanjutnya

Senada, Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman, menilai kolaborasi industri dalam negeri menjadi kunci percepatan elektrifikasi transportasi umum.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber