Kamis, 19 Februari 2026 – 04: 30 WIB
Jakarta — Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku, dirinya masih menunggu petunjuk dari Presiden Prabowo terkait skema pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh, yang kabarnya akan 100 persen menggunakan dana APBN.
“Saya masih tunggu petunjuk (Presiden Prabowo),” kata Purbaya di kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026
Karenanya, Purbaya menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan soal skema pembayaran utang proyek Whoosh tersebut. Sampai saat ini, solusi terkait pembayaran utang proyek Whoosh itu diakuinya memang baru muncul dari Rosan Roeslani selaku CEO Danantara.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
“Belum ada petunjuk khusus dari Presiden. Adanya dari Rosan, dan itu kan belum jelas,” ujar Purbaya
Menurutnya, apabila sudah ada petunjuk dan arahan khusus dari Presiden Prabowo terkait hal itu, baru hal tersebut akan dilaksanakannya.
“Kalau ada petunjuk Presiden, saya kerjain. Nah, sekarang belum. Paling tidak, ada tapi belum firm,” ujarnya.
Diketahui, wacana pemerintah yang kabarnya bakal membayar utang dari proyek Whoosh menggunakan dana APBN itu telah disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, usai konferensi pers ‘Stimulus Ekonomi Diskon Tarif Transportasi HBKN Idul Fitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa, 10 Februari 2026
“Iya, utang Whoosh pakai APBN,” kata Prasetyo.
Namun, Dia mengaku bahwa wacana pembayaran utang proyek Whoosh murni menggunakan APBN itu, saat ini memang masih dipertimbangkan dan dikaji oleh pemerintah pusat terkait urusan teknisnya. Prasetyo mengatakan, saat ini pemerintah masih terus melakukan langkah negosiasi serta pembahasan secara teknis, termasuk dengan melibatkan pihak Danantara.
“Belum final, laporan terakhir rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi. Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknis langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara,” ujarnya.
Koordinasi ke KPK, Purbaya Sudah Tahu Identitas Pegawai Kemenkeu terkait Dugaan Gratifikasi
Saat dikonfirmasi, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku dirinya sudah mengetahui identitas pejabat Kemenkeu yang dilaporkan ke KPK terkait dugaan kasus tersebut
VIVA.co.id
19 Februari 2026









