Rabu, 18 Februari 2026 – 12:00 WIB
VIVA – Setiap kali MotoGP mendekati akhir sebuah siklus regulasi, tensi kompetisi justru naik satu tingkat. Di balik perebutan gelar dunia yang berjalan di lintasan, pabrikan diam-diam sedang bertaruh pada masa depan. Mesin baru diuji, konsep radikal diuji-coba, dan arah teknis musim berikutnya mulai terlihat. Di titik inilah sejarah kerap berbicara lebih lantang dibanding sekadar hasil balapan.
Musim 2026 akan menjadi penutup era mesin 1000cc, era terpanjang di kelas premier sejak kejuaraan dunia sepenuhnya beralih ke motor 500cc dua-tak pada dekade 1970-an. Selama lebih dari satu dekade terakhir, regulasi ini terus berevolusi: elektronik diseragamkan, ban berganti dari Bridgestone ke Michelin, aerodinamika berkembang agresif, hingga perangkat ride height menjadi standar baru. Semua perubahan itu membentuk satu kesimpulan penting: pabrikan yang paling adaptif hampir selalu keluar sebagai pemenang. Dan dalam konteks MotoGP modern, nama itu identik dengan Ducati.
Dari Dominasi Honda ke Era Ducati
Pada awal era 1000cc di 2012, Honda masih menjadi tolok ukur. Namun seiring waktu, pendekatan terbuka khas pabrikan Eropa terbukti lebih relevan dengan arah regulasi. Ducati membaca perubahan lebih cepat, berani mengambil risiko teknis, dan konsisten mengembangkan paket motor yang kompetitif untuk banyak rider sekaligus.
Hasilnya terlihat jelas di musim terakhir. Ducati mendominasi dengan 17 kemenangan grand prix dan menyapu bersih gelar, sementara Marc Marquez mencatatkan 11 kemenangan dalam perjalanan menuju gelar kelas premier ketujuhnya. Ketika Marquez absen di empat seri terakhir karena cedera, barulah terlihat betapa besar pengaruhnya terhadap performa GP25. Rekan setimnya, Pecco Bagnaia, kembali menunjukkan inkonsistensi yang selama ini menjadi celah Ducati.
Namun sinyal awal dari tes pramusim Sepang justru mempertebal optimisme Bologna. GP26 disebut-sebut sebagai langkah maju, sementara Aprilia tetap menjadi penantang terdekat setelah finis kedua di klasemen konstruktor musim lalu.
Pola Lama yang Terus Terulang
Jika menengok ke belakang, MotoGP modern telah melewati tiga transisi regulasi besar:
- 500cc dua-tak ke empat-tak MotoGP (2002)
- 990cc hingga 800cc (2007)
- 800cc ke 1000cc (2012)
Halaman Selanjutnya
Menariknya, akhir sebuah era hampir selalu dikuasai oleh satu pabrikan besar. Pada 2001, Honda menghancurkan persaingan dengan 12 kemenangan dari 16 seri. Saat era 800cc berakhir di 2011, Honda kembali tampil nyaris sempurna dengan 13 kemenangan dari 17 balapan.










