Minggu, 15 Februari 2026 – 03:09 WIB

VIVA – Pembalap kebanggaan Tanah Air, Sean Gelael, kembali memasang target tinggi pada musim 2026. Tak sekadar tampil, Sean bertekad mengibarkan Merah Putih di panggung balap dunia lewat serangkaian ajang elite internasional.



Febri Diansyah Nilai Tuntutan Kerry Riza Janggal, Harap Hakim Putus dengan Jernih dan Adil

Musim ini, Sean bakal turun bersama tim legendaris Italia, AF Corse, memperkuat skuad AF Corse 51. Langkah besar tersebut mendapat dukungan penuh dari Pertamina Patra Niaga, yang kembali melanjutkan kolaborasi strategis demi membawa semangat “Performa Kelas Dunia, Kebanggaan Indonesia” ke lintasan global.

Produk andalan seperti Pertamax Turbo dan Pertamina Fastron kembali menempel di mobil balap Sean. Bukan sekadar sponsor, kerja sama ini menjadi simbol bahwa produk nasional siap bersaing di level tertinggi motorsport dunia.


img_title

Perluas Portofolio Bisnis Rendah Karbon, Elnusa Petrofin Dukung Implementasi Green Terminal Tanjung Sekong

Tantangan Elite Menanti

Tahun 2026 menjadi panggung krusial bagi Sean. Ia dijadwalkan tampil di sejumlah kejuaraan bergengsi, mulai dari FIA World Endurance Championship (WEC), GT World Challenge Europe – Endurance Cup, GT World Challenge Asia – Mandalika Round, hingga Asian Le Mans Series 2025–2026.


img_title

Kerry Riza Dituntut 18 Tahun, Pengacara: Alarm Bahaya untuk Direksi BUMN dan Anak Muda

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menegaskan kolaborasi ini bukan sekadar kemitraan biasa.

“Melalui kolaborasi dengan AF Corse 51 dan Sean Gelael, kami ingin menunjukkan bahwa produk Indonesia seperti Pertamax Turbo dan Pertamina Fastron mampu merepresentasikan performa, inovasi, serta daya saing global,” ujarnya dalam konferensi pers di IIMS JIExpo Kemayoran, Sabtu 14 Februari 2026.

Misi yang Belum Tuntas

Bagi Sean, musim ini bukan cuma soal finis atau trofi. Ada misi yang belum selesai.

“Tahun lalu, bahkan dua tahun terakhir, kami sebenarnya selalu berada dalam posisi win in the bag di ajang WEC maupun GT World Challenge,” kata Sean.

Ia mengakui timnya beberapa kali meraih podium, bahkan dua kali menjadi runner-up di WEC dan Le Mans. Namun gelar juara selalu lepas di momen-momen akhir dengan selisih tipis.

“Dari sisi potensi, peluang itu selalu ada. Insya Allah, semoga tahun ini menjadi tahunnya kami. Tapi kami sadar hasil akhir tidak ada yang tahu. Kami hanya bisa bekerja keras dan melakukan yang terbaik,” tegas pembalap 29 tahun tersebut.

Halaman Selanjutnya

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menambahkan bahwa dukungan ini membawa pesan lebih besar dari sekadar balapan.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber