Jumat, 20 Februari 2026 – 15: 28 WIB

Jakarta — Memasuki Ramadan 1447 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak seluruh umat muslim untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum menyebarkan konten positif dan inspiratif kepada sesama. Hal ini penting untuk menebarkan kebaikan sekaligus sebagai sarana muhasabah bagi setiap muslim. Selain itu juga untuk menahan diri dari penyebaran konten yang bermuatan ujaran kebencian yang mengandung fitnah, ghibah, adu domba, dan maksiat lainnya.

7 Ide Food Selection Buka Puasa Sehat untuk Menurunkan Berat Badan, Dijamin Mengenyangkan dan Kaya Nutrisi

“Menjadikan Ramadhan momentum penyebaran konten positif-inspiratif dan sekaligus sarana muhasabah, menahan diri dari produksi, akses, serta penyebaran konten electronic yang bermuatan fitnah, ghibah, adu domba (namimah), ujaran kebencian (hate speech), saling hina, maksiat, dan yang diharamkan lainya,” kata Ketua MUI, KH. Anwar Iskadar dalam tausiyah MUI menyambut Ramadan 17 Februari 2026 seperti dikutip dari laman resmi MUI.or.id

Tidak hanya itu, dalam rangka memuliakan Ramadhan, MUI juga mengajak lembaga penyiaran, media massa, dan pegiat sosial lainnya untuk menyuguhkan konten yang edukatif. Terlebih, konten yang menyuguhkan ajakan dan amalan-amalan di bulan suci Ramadhan.

img_title

Ingin Buka Puasa di Masjid Istiqlal? Simak Informasi Penting Ini Dulu

Konten dimaksud berupa ajakan untuk bersedekah atau menjaga ukhuwah. Hal tersebut dinilai penting agar konten siaran pada Ramadhan justru kontraproduktif dengan pemuliaan Ramadhan sebagai bulan yang suci.

“Maka, MUI mengajak lembaga penyiaran, media massa, dai, muballigh, konten kreator, youtuber, selegram, dan aktivis media sosial untuk menyuguhkan siaran dan materi konten Ramadhan yang positif, edukatif, dan inspiratif seperti ajakan rajin bersedekah dan menjaga ukhuwah serta menghindari konten siaran yang kontraproduktif dengan pemuliaan bulan suci Ramadhan,” terangnya.

img_title

Surya Paloh Bicara Makna Ramadan di Hadapan Puan Hingga Anies, Begini Katanya

Sebelumnya, dalam taushiyah tersebut, MUI menyampaikan sembilan poin penting sebagai pedoman umat Islam dalam menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan seperti:

1 Mengingatkan seluruh umat Islam yang telah memenuhi syarat wajib puasa dan tidak memiliki uzur syar’i agar menjalankan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh dan penuh integritas. Umat Islam juga diimbau mempersiapkan kesehatan fisik dan psychological serta menjaga kebersihan dan kerapian masjid, mushalla, surau, dan rumah agar suasana Ramadhan berlangsung khusyuk dan penuh kekhidmatan

2 Menjaga sikap toleransi dan saling menghormati antara yang berpuasa dan yang tidak berpuasa, terutama demi menjaga kesucian dan keagungan bulan suci Ramadhan.

Halaman Selanjutnya

3 Mencanangkan Ramadhan dengan memakmurkan mosque melalui salat Tarawih berjamaah, Qiyamul Lail, khataman Al-Qur’an, kajian agama, dan memperbanyak sedekah di setiap daerah

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber