Minggu, 15 Februari 2026 – 15: 00 WIB

Jakarta — Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, penyegelan tiga toko perhiasan mewah Tiffany & Co beberapa waktu lalu, disebabkan adanya dugaan praktik penyelundupan barang dan underinvoicing atau membayar lebih rendah dari nilai seharusnya.

Purbaya Optimis Ekonomi RI Bakal Ekspansi dengan Sehat hingga 2033

Dia mengaku, pegawainya di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah (Kanwil) Jakarta telah melaporkan, toko perhiasan itu tidak bisa menunjukkan formulir Pemberitahuan Impor Barang (PIB) sebagai bukti legalitas impor saat diverifikasi.

“Dicurigai ini selundupan atau nggak, disuruh kasih lihat formulir perdagangannya, mereka nggak bisa tunjukkan,” kata Purbaya, dikutip Minggu, 15 Februari 2026

img_title

Prabowo Perintahkan Rosan dan Purbaya Rutin Gelar Roadshow ke Stakeholders Global

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Dia menegaskan, tindakan penyegelan ini bertujuan untuk memberikan pesan kepada pelaku bisnis lain, agar tidak melakukan praktik serupa. Pasalnya, aksi manipulasi nilai barang itu menekan penerimaan dari sektor kepabeanan dan pajak.

img_title

Meski Kejar Ekspansi Ekonomi, Purbaya Tegaskan Tak Akan Ubah Batas Defisit 3 Persen

Purbaya word play here menyatakan bakal terus melanjutkan penyelidikan terhadap pelaku bisnis, yang dicurigai menyelundupkan barang ilegal.

“Ini pesan yang baik kepada pelaku bisnis yang nggak terlalu adil dan merugikan, sehingga pendapatan bea cukai dan pajak turun. Ke depannya, hal seperti itu nggak bisa mereka lakukan lagi,” ujarnya.

Pada saat yang sama, Purbaya mengatakan bahwa pihaknya membuka ruang kemungkinan persekongkolan antara pelaku bisnis dengan pegawai internal Bea Cukai. Dia menegaskan juga bakal menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam aksi ini.

“Sepertinya ada (pegawai yang terlibat). Nanti kami lihat siapa yang terlibat. Itu kan yang lama (pegawai yang terlibat). Sekarang ini kan pejabat-pejabat baru saya taruh. Setelah saya putar-putar, yang baik yang di depan kan, jadi dia berani bertindak. Nanti saya lihat gimana sih hukumnya,” ujarnya.

Diketahui, penyegelan oleh Bea Cukai dilakukan terhadap tiga toko perhiasan Tiffany & Carbon monoxide di Plaza Senayan, Plaza Indonesia, dan Pacific Place.

Kepala Seksi Penindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kanwil Jakarta, Siswo Kristyanto menjelaskan, pihaknya melakukan operasi terkait barang-barang ‘high worth excellent’, yaitu barang-barang bernilai tinggi yang diduga terdapat barang-barang yang tidak diberitahukan kepada PIB.

Penindakan tersebut menindaklanjuti instruksi dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar melakukan penggalian potensi penerimaan di luar yang memang sudah terbiasa dilakukan di kepabeanan maupun cukai. Siswo menyampaikan, tindakan penyegelan ini adalah bentuk pengawasan dan masih dalam rangka administratif.

Plt Menteri BUMN, Dony Oskaria di Kompleks Istana Kepresidenan

Danantara Targetkan Negosiasi Utang Whoosh Rampung di Kuartal I- 2026

Dony menargetkan negosiasi penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh dengan pihak China, bisa rampung pada kuartal I- 2026

img_title

VIVA.co.id

15 Februari 2026

Tautan Sumber