Jumat, 20 Februari 2026 – 11:16 WIB

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah meneken Perjanjian Perdagangan Timbal Balik atau Agreements on Reciprocal Trade (ART), sehingga sejumlah produk Indonesia bebas tarif alias 0 persen saat masuk pasar AS.



Donald Trump Sesumbar ‘Minyak Venezuela Akan Dipompa ke AS’, Apa Artinya?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan, terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia yang sudah bebas tarif bea masuk ke AS, sebagaimana yang termaktub dalam perjanjian dagang bertajuk ‘Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance’ tersebut.

“Ada 1.819 pos tarif produk Indonesia di dalam ART ini yang tarifnya adalah 0 persen,” kata Airlangga dalam telekonferensi pers, Jumat, 20 Februari 2026.


img_title

Kunjungan Prabowo ke AS Disebut Buka Akses Pasar dan Perkuat Dukungan untuk Palestina

Penandatanganan Agreements on Reciprocal Trade (ART) Indonesia-Amerika Serikat

Penandatanganan Agreements on Reciprocal Trade (ART) Indonesia-Amerika Serikat

Sejumlah produk tersebut antara lain mencakup sektor pertanian maupun industri, seperti misalnya produk minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, dan komponen pesawat terbang.


img_title

Pelaku Usaha Minuman Dinilai Butuh Seal Cup yang Lebih Stabil dan Tahan Panas

Kemudian, tarif 0 persen itu secara khusus juga diberikan pemerintah AS bagi produk tekstil dan apparel Indonesia, melalui mekanisme Tariff Rate Quota atau TRQ. “Ini akan bermanfaat bagi 4 juta pekerja di sektor (tekstil) ini. Kalau kita hitung dengan keluarganya, maka ini akan sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Sementara dari Indonesia sendiri, Airlangga juga menegaskan bahwa pemerintah telah berkomitmen untuk memberikan pembebasan tarif 0 persen, bagi sejumlah produk asal AS yang tidak diproduksi di Tanah Air seperti misalnya gandum dan kacang kedelai.

Dengan demikian, masyarakat Indonesia dipastikan akan dibebaskan dari kenaikan harga produk atas komoditas yang tarifnya dikenakan bea masuk 0 persen tersebut. Dimana jenis produknya antara lain seperti mie instan dan tahu serta tempe.

“Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya, untuk (produk yang) bahan bakunya kita impor dari Amerika Serikat,” kata Airlangga.

Selain itu, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia dan AS juga telah meneken sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) terkait perdagangan produk-produk dari kesepakatan dagang resiprokal ini. Penandatanganan MoU itu dilaporkan digelar dalam acara ‘Business Summit di US Chamber of Commerce’, yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat.

“Kemarin telah ditandatangani 11 Memorandum of Understanding, baik itu dari segi perdagangan yang merupakan turunan daripada agreement untuk reciprocal trade, untuk pembelian energi, agriculture, dan juga untuk pembelian lain,” ujarnya.

Ilustrasi Saham

Bursa Asia Lesu Susul Koreksi Tajam di Wall Street Imbas Meningkatkan Ketegangan AS-Iran

Bursa Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan beragam pada pembukaan perdagangan pasar hari ini, Jumat, 20 Februari 2026. Ketegangan AS-Iran jadi tekanan bagi indeks global.

img_title

VIVA.co.id

20 Februari 2026

Tautan Sumber