Rabu, 18 Februari 2026 – 00:30 WIB

Jakarta – Analis komunikasi politik, Hendri Satrio menilai PDI Perjuangan (PDIP) memiliki alasan kuat mempertimbangkan pencalonan Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden pada Pilpres 2029 mendatang.



Sikat Koruptor, Jadi ‘Kunci’ Persepsi Positif Pemerintahan Prabowo

Kata dia, langkah mengusung Megawati justru membawa sejumlah manfaat strategis bagi partai berlambang banteng tersebut.

“Buat PDI Perjuangan, mengusung Megawati Soekarnoputri sebagai capres sama sekali tidak merugikan, malah memberikan keuntungan besar bagi partai,” kata Hendri Satrio dalam keterangannya, dikutip Rabu, 18 Februari 2026.


img_title

Prabowo: Selamat Tahun Baru Imlek, Semoga Membawa Kedamaian Bagi Kita Semua

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI itu menekankan, salah satu keuntungan utama adalah kemampuan pencalonan Megawati dalam mempertahankan kohesi dan kesatuan internal partai.

Ia menjelaskan, jika nama lain yang diusung seperti Pramono Anung, Puan Maharani, atau Ganjar Pranowo berpotensi memicu spekulasi dan persaingan suksesi kepemimpinan partai, yang pada akhirnya dapat mengganggu soliditas.


img_title

DPR Ingatkan Prabowo: Negosiasi Tarif Impor AS Harus Prioritaskan Kepentingan Nasional

“Kalau figur lain seperti Mas Pram, Mbak Puan, atau Mas Ganjar yang dimajukan, selain memunculkan berbagai intrik di internal PDI Perjuangan karena potensi menggantikan Ibu Megawati sebagai Ketua Umum, soliditas partai belum tentu sekuat ketika Megawati sendiri yang maju,” tutur dia.

Lebih lanjut, Hensa menyoroti efek ekor jas (coattail effect) yang signifikan dari pencalonan Megawati, yang diyakini mampu mendongkrak dan menjaga performa elektoral PDI Perjuangan, khususnya di pemilihan legislatif.

“Untuk menciptakan coattail effect yang optimal bagi PDI Perjuangan, partai ini perlu mengusung Megawati. Tanpa Bu Mega, ada risiko kalah telak dari Gerindra di Pileg nanti, sehingga rekor hattrick kursi mereka bisa terputus,” ungkapnya.

“Perlu dicatat bahwa hingga kini PDI Perjuangan masih memegang rekor perolehan kursi DPR tertinggi sebesar 33 persen pada 1999, dan saya yakin angka 35 persen bukan hal mustahil bagi Gerindra. Agar perolehan kursi DPR tidak merosot tajam, maka Megawati harus dicalonkan untuk menjaga kekuatan legislatif partai,” tambahnya.

Mengenai peluang kemenangan di Pilpres, Hendri Satrio mengakui bahwa menghadapi Prabowo Subianto sebagai petahana akan menjadi tantangan berat bagi Megawati.

“Memang jika berhadapan dengan Pak Prabowo, sulit untuk menang karena status petahana dan sejarah menunjukkan belum ada petahana yang kalah dalam pemilu presiden kita sejak 2004,” katanya.

Halaman Selanjutnya

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kehadiran Megawati tetap memberikan nilai penting, yakni menciptakan oposisi yang kredibel sekaligus memaksimalkan manfaat elektoral bagi partai.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber