Selasa, 17 Februari 2026 – 06:00 WIB

Jakarta – Analis komunikasi politik, Hendri Satrio (Hensa) menilai Megawati Soekarnoputri masih layak masuk hitungan PDI Perjuangan (PDIP) untuk didorong pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.



Jusuf Hamka: Banyak Lapangan Kerja Tercipta dari Program MBG

Ia menganggap opsi itu relevan di tengah sorotan yang selama ini lebih sering mengarah ke nama lain seperti Pramono Anung.

“Akan jadi mengejutkan bila nanti tiba-tiba PDI Perjuangan mencalonkan Megawati Soekarnoputri, mungkin saja ia dicalonkan karena faktor perhelatan panggung terakhir Megawati,” kata Hensa dalam keterangannya, dikutip Selasa, 17 Februari 2026.


img_title

Didampingi Bahlil-Seskab Teddy, Prabowo Bertolak ke AS Temui Trump

Hensa menuturkan, posisi Megawati bukan sekadar simbol partai, melainkan figur yang masih punya daya tarik politik.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu pun menggarisbawahi keuntungan elektoral bagi PDI Perjuangan jika Megawati maju. Ia menilai pencalonan itu bisa memberi efek ekor jas besar, sekaligus mengubah dinamika kontestasi ketika berhadapan dengan Prabowo Subianto pada 2029.


img_title

Singgung Board of Peace, PDIP Sebut Pengiriman 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza Harus Lewat PBB

“Karena Prabowo akhirnya juga punya lawan, dan selama ini hubungan mereka juga baik walaupun terkesan Megawati oposisi, tapi coattail effect buat PDI Perjuangan-nya itu besar banget,” tutur dia.

Hensa menambahkan, alasan lain PDI Perjuangan perlu mempertimbangkan Megawati ialah soal soliditas basis. Ia menyebut, untuk mesin partai dan pemilih inti, Megawati masih menjadi magnet yang sulit digantikan.

“Kalau buat simpatisan, kader, pendukung PDI Perjuangan, Megawati ini gede banget dukungannya. Jadi kalau dia maju pasti coattail effect PDI Perjuangannya juga naik,” kata Hensa.

Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto.

Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto.

Foto :

  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Soal kans kemenangan, Hensa mengakui peluang Megawati tidak besar jika menghadapi Prabowo Subianto sebagai petahana.

Namun, ia menekankan bahwa dampak terhadap kekuatan PDI Perjuangan di pemilu legislatif menjadi pertimbangan penting.

“Memang kalau lawan Pak Prabowo ini, memang sulit dikalahkan karena dia petahana dan sejauh ini belum ada petahana yang kalah dalam Pemilu kita sejak 2004,” kata Hensa.

“Tapi untuk coattail effect PDI Perjuangan, harus Megawati Soekarnoputri. Karena kalau enggak Bu Mega, ini bisa jadi kalah sama Gerindra nanti, putus rekor mereka di Pileg yang sudah hattrick,” tegasnya.

Dalam hitungannya, persaingan legislatif akan semakin ketat, termasuk karena Gerindra dinilai bakal menaikkan usahanya untuk meraup kursi legislatif.

Halaman Selanjutnya

Karena itu, Hensa menyebut, PDI Perjuangan perlu mengeluarkan “kartu” yang paling kuat untuk menahan penurunan suara yaitu Megawati Soekarnoputri.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber