Senin, 16 Februari 2026 – 16:25 WIB
Bojonegoro, VIVA – Surabaya Samator akhirnya memastikan satu tempat di babak final four Proliga 2026. Kepastian itu didapat setelah tim putra legendaris tersebut menundukkan Medan Falcona Tirta Bhagasasi dengan skor 3-1 (25-17, 25-23, 22-25, 25-17) pada lanjutan seri ketiga putaran kedua di GOR Utama Bojonegoro, Minggu malam.
Kemenangan ini terasa penting bukan hanya dari sisi hasil, tetapi juga secara matematis mengunci posisi Samator di zona aman menuju fase empat besar. Dengan tiga kemenangan yang telah dikantongi, perolehan tersebut sudah tak mungkin lagi dikejar Falcona Tirta Bhagasasi hingga akhir putaran reguler.
Di sisi lain, hasil ini juga menegaskan konsistensi skuad Fahri Septian dan kolega yang tetap mampu menjaga peluang meski sempat tampil naik turun sepanjang musim.
Pertandingan Ketat, Samator Tunjukkan Mental Juara
Laga berlangsung sengit sejak awal. Kedua tim saling menekan dalam perolehan poin, namun Samator mampu menjaga momentum pada fase krusial set pertama dan menutupnya 25-17.
Set kedua menjadi ujian mental sesungguhnya. Falcona Tirta Bhagasasi beberapa kali menyamakan kedudukan hingga memasuki poin-poin akhir. Namun pengalaman Samator berbicara. Mereka kembali mengamankan set dengan margin tipis 25-23.
Tertinggal dua set membuat Falcona Tirta Bhagasasi bangkit. Tekanan servis dan pertahanan rapat membuat Samator kesulitan mengembangkan permainan. Set ketiga pun menjadi milik tim asuhan Ariyanto Joko Sutrisno dengan skor 25-22.
Alih-alih goyah, Samator justru merespons cepat pada set keempat. Dominasi blok dan serangan cepat membuat mereka kembali mengendalikan pertandingan hingga menutup laga 25-17 sekaligus memastikan kemenangan 3-1.
Pengakuan Jujur Manajer Samator
Manajer Samator, Hadi Samator, tak menutupi bahwa timnya sempat kehilangan fokus saat sudah unggul dua set. Ia menyebut situasi itu lumrah terjadi pada pemain muda.
“Saya bersyukur bisa lolos final four,” ujar Hadi seusai pertandingan.
Ia juga menyoroti hilangnya satu set sebagai bagian dari dinamika permainan. “Sudah menang dua set, pada set berikutnya sudah menganggap pertandingan akan berakhir dengan kemenangan,” kata Hadi.
Evaluasi Lawan: Receive Jadi Titik Lemah
Halaman Selanjutnya
Dari kubu Falcona Tirta Bhagasasi, pelatih Ariyanto Joko Sutrisno mengakui timnya sebenarnya memiliki peluang memperpanjang laga. Namun kualitas penerimaan bola pertama menjadi kendala utama.










