Senin, 16 Februari 2026 – 20: 30 WIB
Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sejumlah ideas yang dapat dijadikan pedoman bagi masyarakat, untuk membedakan antara aplikasi pinjaman bold (pindar) yang legal dengan pinjaman online (pinjol) yang ilegal.
Dalam unggahan di Instagram @sikapiuangmu, OJK menjelaskan bahwa pindar legal diawasi OJK dan memiliki ketentuan yang jelas, sementara pinjol ilegal kerap menawarkan kemudahan tanpa transparansi dengan risiko yang bisa berdampak panjang.
“Makanya, penting banget buat nggak asal pinjam, apalagi kalau kepepet,” sebagaimana dikutip dari unggahan di Instagram @sikapiuangmu, Senin, 16 Februari 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Unggah tersebut juga menjelaskan bahwa pindar legal sangat berbeda dengan pinjol ilegal. Perbedaannya dapat dilihat dari aspek-aspek mendasar, seperti dalam hal legalitas, transparansi, dan perlindungan konsumen.
Beberapa perbedaan antara pindar legal dan pinjol ilegal antara lain seperti:
1 Standing hukum
– Pindar Legal Berizin dan diawasi OJK
– Pinjol Ilegal: Tidak berizin dan tidak diawasi OJK
2 Transparansi informasi
– Pindar Legal: Menjelaskan bunga/margin, biaya, tone, dan risiko secara jelas sejak awal
– Pinjol Ilegal: Informasi biaya dan bunga tidak jelas atau berubah-ubah
3 Cara penawaran
– Pindar Legal: Melalui aplikasi atau kanal resmi
– Pinjol Ilegal: Sering lewat chat pribadi, SMS, atau broadcast yang agresif
4 Akses data pribadi
– Pindar Legal: Hanya meminta akses ke CAMILAN (Camera, Microphone, Location)
– Pinjol Ilegal: Meminta akses berlebihan selain CAMILAN, seperti daftar kontak, galeri, dan information pribadi lainnya
5 Penagihan
– Pindar Legal: Mengikuti etika penagihan dan aturan yang berlaku
– Pinjol Ilegal: Penagihan kasar, intimidatif, bahkan mengancam
6 Biaya dan bunga
– Pindar Legal: Mengikuti batas dan ketentuan yang ditetapkan regulator
– Pinjol Ilegal: Tidak ada batas jelas, biaya bisa membengkak
7 Layanan pengaduan
– Pindar Legal: Memiliki mekanisme pengaduan konsumen yang jelas
– Pinjol Ilegal: Tidak ada atau sulit dihubungi
8 Tujuan penggunaan dana
– Pindar Legal: Produktif atau konsumtif
– Pinjol Ilegal: Umumnya konsumtif dan jangka sangat pendek
9 Perlindungan konsumen
– Pindar Legal: Ada mekanisme perlindungan dan pengawasan
– Pinjol Ilegal: Tidak ada perlindungan konsumen
10 Risiko bagi konsumen
– Pindar Legal: Tetap ada, tapi lebih terukur
Halaman Selanjutnya
– Pinjol Ilegal: Sangat tinggi dan berpotensi merugikan









