Minggu, 15 Februari 2026 – 05:00 WIB

Jakarta – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pemerintah tidak akan mengubah batas defisit 3 persen, meskipun di sisi lain pemerintah juga menargetkan ekspansi ekonomi yang lebih tinggi.



Purbaya Anggarkan Rp 55 Triliun untuk THR ASN di Tahun 2026

Hal itu ditegaskannya saat ditemui usai acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, pada Jumat kemarin, 13 Februari 2026.

Dia menegaskan, saat ini pemerintah juga fokus mengoptimalkan fiskal, menjaga sinkronisasi dengan kebijakan moneter, serta mengandalkan investasi untuk mendorong pertumbuhan, namun batas defisit 3 persen itu tetap tidak akan diubah.


img_title

Indonesia Masih Jadi Konsumen Game Terbesar Dunia

“Tidak (tidak akan ubah batas defisit). Saya akan fokus di 3 persen dan mengoptimalkan ruang yang ada untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat,” kata Purbaya, dikutip Minggu, 15 Februari 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Foto :

  • (Mohammad Yudha Prasetya)


img_title

Startegi Purbaya Genjot Ekonomi Kuartal I-2026 Supaya Bisa Tumbuh 5,5 Persen

Dia menjelaskan, strategi yang dilakukan pemerintah terbukti berhasil meski sempat diragukan. Dengan defisit tetap di bawah 3 persen, pertumbuhan ekonomi mampu mencapai 5,39 persen pada kuartal IV-2025 dan dinilai menjadi titik lepas dari stagnasi di kisaran 5 persen.

Ke depannya, Purbaya optimistis kinerja ekonomi akan lebih baik dengan mengoptimalkan ruang fiskal yang tersedia. Dia menjelaskan bahwa sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter juga terus dijaga, agar keduanya optimal dalam mendorong ekonomi.

Yang terpenting, kata Purbaya, pemerintah akan berupaya mempercepat debottlenecking untuk memperbaiki iklim investasi, guna memperkuat mesin pertumbuhan baik dari sektor swasta maupun pemerintah.

Terkait kemungkinan mengejar pertumbuhan 8 persen dalam dua hingga tiga tahun mendatang, Purbaya menyebut evaluasi kebutuhan ruang fiskal tambahan akan dilakukan bila diperlukan. Namun, Dia meyakini tambahan tersebut tidak diperlukan, karena terdapat indikasi investor besar akan masuk dalam waktu tidak terlalu lama.

Purbaya juga meyakini kondisi fiskal tetap terkendali hingga 2032. Kebijakan kontra-siklikal atau tambahan stimulus akan dipertimbangkan apabila benar-benar dibutuhkan untuk lebih mempercepat pertumbuhan.

“Tapi, sekarang tidak ada niat untuk menembus 3 persen atau minta evaluasi batas 3 persen itu perlu diubah atau tidak,” ujarnya.

Diketahui, realisasi sementara APBN Tahun 2025 mencetak defisit menjadi Rp 695,1 triliun, atau 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB) per 31 Desember 2025.

Realisasi defisit itu melebar dari target awal 2,53 persen pada APBN 2025 dan proyeksi laporan semester sebesar 2,78 persen, dan hampir menyentuh ambang batas defisit yang ditetapkan oleh undang-undang sebesar 3 persen.

Prabowo di Economic Outlook Indonesia 2026

Prabowo: Saya Percaya Ekonomi Kita Akan Sangat Baik Tahun Ini

Presiden Prabowo meyakini bahwa ekonomi Indonesia akan terus mencatatkan capaian yang membanggakan dari waktu ke waktu. Keyakinan itu tidak lepas dari kerja keras.

img_title

VIVA.co.id

14 Februari 2026

Tautan Sumber