Jumat, 20 Februari 2026 – 12: 54 WIB

Surabaya, LANGSUNG — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memprediksi sekitar 144 juta orang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 H berdasarkan hasil survei nasional, dengan potensi kenaikan jumlah pemudik dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Demi Keamanan, 11 Bandara Perintis di Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pilot Smart Air

“Kami melakukan survei, ada 143, 7 juta orang atau hampir 144 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Namun kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta,” kata Dudy usai rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat.

Ia menjelaskan operasional posko angkutan Lebaran akan berlangsung pada 13– 29 Maret 2026 untuk mengoordinasikan seluruh moda transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.

img_title

Pengusaha dan Pengemudi Angkutan Umum Sepakat Jaga Keselamatan Mudik Lebaran 2026

Menurut dia, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan, antara lain pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, kecuali kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.

Selain itu, Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow sistem satu arah ( satu jalan , dan ganjil genap di sejumlah ruas tol yang berpotensi padat.

img_title

Tak Hadiri Panggilan KPK Hari Ini, Eks Menhub Budi Karya Sumadi Dijadwal Ulang Diperiksa Kasus DJKA

Terkait perayaan Nyepi di Bali pada 19 Maret 2026, Dudy mengatakan penyeberangan menuju Pulau Bali akan dihentikan sementara dan disiapkan sistem penundaan ( menunda sistem serta zona penyangga ( daerah penyangga

“Kami akan informasikan kepada masyarakat terkait penutupan sementara pelabuhan agar bisa mengatur jadwal perjalanan,” ujar dia.

Pemerintah juga menerapkan kebijakan Bekerja Dari Mana Saja (WFA) atau Pengaturan Kerja yang Fleksibel (FWA) pada 16– 17 Maret untuk arus mudik dan 25– 26 Maret untuk arus balik, yang telah disetujui Presiden dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB).

“Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada tanggal-tanggal tertentu sehingga keselamatan dan kelancaran perjalanan lebih terjamin,” ujar dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan Pemerintah Provinsi Jatim bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran berjalan aman dan lancar.

“Kita membangun sinergi sedetail mungkin untuk memastikan angkutan Lebaran darat, laut, udara, kereta api maupun tol berjalan aman, lancar, selamat dan membahagiakan,” kata Khofifah. (Ant)

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho meninjau tol fungsional Bocimi

Kakorlantas Pastikan Tol Fungsional Bocimi Siap Dipakai saat Mudik Lebaran 2026

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho bersama Pejabat Utama Korlantas Polri meninjau langsung kesiapan Tol Fungsional Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

img_title

VIVA.co.id

19 Februari 2026

Tautan Sumber