Minggu, 15 Februari 2026 – 07:00 WIB
Jakarta – Majelis Rakyat Papua (MRP) mengecam aksi penembakan terhadap pilot dan kopilot Smart Air di Boven Digoel, Papua Selatan, yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Rabu, 11 Februari 2026.
“Dari sudut pandang hak asasi manusia, itu merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan dan kami mengecam keras aksi dari KKB yang menembak pilot dan kopilot Smart Air,” kata Wakil Ketua II MRP, Max Ohee, dikutip dari Antara, Minggu, 15 Februari 2026.
![]()
Pesawat Smart Air Ditembak KKB
Foto :
- ANTARA/HO-Satgas Damai Cartenz
Selain itu, Ohee menambahkan bahwa pihaknya juga mengecam aksi penembakan kepada seorang warga sipil yang merupakan sopir tangki air, di Kabupaten Yahukimo pada hari yang sama, serta penembakan kepada anggota TNI di Kabupaten Mimika yang mengakibatkan satu anggota TNI meninggal dunia pada Kamis, 12 Februari 2026.
“Ini merupakan pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Kami mengencangkan tindakan ini,” ujarnya.
Dia menjelaskan, keberadaan aparat keamanan dan maskapai penerbangan di wilayah ini, adalah untuk melayani masyarakat di daerah yang masih sulit diakses.
“Jadi sebenarnya mereka bukan musuh. Sehingga aksi penembakan KKB terhadap masyarakat sipil dan juga aparat keamanan tidak manusiawi,” kata Ohee.
Dia menambahkan pihaknya mendukung upaya aparat keamanan untuk melindungi masyarakat dan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga keamanan.
Brigjen Faizal Sebut Pesawat Smart Air Ditembaki 20 Orang KKB
Brigjen Faizal Rahmadani mengatakan hasil olah TKP menunjukkan bahwa penyerangan yang disertai penembakan ke pesawat Smart Air dilakukan oleh 20 anggota KKB
VIVA.co.id
15 Februari 2026










