Selasa, 17 Februari 2026 – 03:02 WIB
Jakarta – Berbuka puasa merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap umat Islam setelah seharian menahan lapar dan haus. Islam tidak hanya mengatur waktu berbuka puasa saja, namun juga memberikan petunjuk bagaimana cara berbuka puasa yang terbaik dan mendatangkan keberkahan yang banyak. Nabi ﷺ mencontohkan berbuka puasa dengan cara yang sederhana, namun penuh hikmah.
Hal ini sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam hadits berikut:
Atas wewenang Salman bin Amer Al-Dhabi, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dia berkata:
“Jika salah seorang di antara kalian berbuka, berbukalah dengan kurma, jika tidak menemukannya berbuka dengan air, karena itulah bersuci.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud, Al-Tirmidzi, Al-Nasa’i, dan Ibnu Majah, dan disahkan oleh Ibnu Khuzaymah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim)
Artinya:
“Jika salah seorang di antara kalian berbuka, hendaknya berbuka dengan kurma. Jika tidak ada, berbukalah dengan air, karena air itu suci.”
Tuntunan sunnah dalam berbuka puasa
Hadis ini menunjukkan tuntunan sunnah Nabi ﷺ dalam berbuka puasa, yaitu:
- Cantumkan tanggal terlebih dahulu
- Jika tidak ada, maka berbuka puasa dengan air
Urutan ini bukanlah kebetulan, melainkan mengandung hikmah syar’i, medis, dan spiritual yang mendalam.
Penjelasan Ulama Tentang Hikmah Sunnah Berbuka Puasa
Dalam kitab Subulus Salam, Imam Muhammad bin Ismail asy-Shan’ani mengutip penjelasan Ibnu Qayyim semoga Allah merahmatinya:
Ibnu al-Qayyim berkata:
Memberi alam sesuatu yang manis dengan perut kosong mengundang penerimaannya… Adapun air, hati memperolehnya melalui puasa. Tipe kering. Jika dibasahi dengan air, ia akan mendapat manfaat penuh dari nutrisi setelahnya.
Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa memberikan makanan manis saat perut kosong lebih mudah diterima tubuh. Sedangkan air berfungsi mengembalikan kelembapan organ dalam yang kering akibat puasa, sehingga tubuh siap menerima makanan setelahnya.
Ini menunjukkan bahwa sunnah berbuka dengan kurma dan air bukan sekadar ibadah, tetapi juga terapi fisik dan spiritual.
Sunnah Bertingkat Sesuai Ketersediaan
Syekh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan dalam Minhah al-‘Allam menjelaskan:
Hadits tersebut menjadi bukti keabsahan berbuka puasa dengan kurma
Hadits ini menjadi dasar berbuka puasanya dengan kurma. Dalam hadits lain dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa Nabi ﷺ berbuka puasa dengan kurma basah, jika tidak ada maka kurma kering, dan jika tidak ada maka air.
Hal ini menunjukkan bahwa sunnah Islam bersifat bertahap dan fleksibel sesuai kondisi.
Keutamaan Tanggal Menurut Para Ulama
Dalam Taudhihul Ahkam, Syekh Abdullah Al-Bassam semoga Allah merahmatinya mengutip pernyataan Ibnu Qayyim:
Al-Tamar kuat untuk liver, makanan, obat-obatan, dan manisan
Kurma berfungsi sebagai penguat hati, makanan bergizi, obat, sekaligus pemanis alami. Secara medis, gula alami dalam kurma cepat diserap tubuh dan membantu memulihkan energi setelah berpuasa.
Hal ini juga ditegaskan dalam Badrut Tamam, bahwa hadis tersebut menunjukkan pilihan terbaik untuk berbuka adalah sebagaimana yang dicontohkan Nabi ﷺ.
Halaman Selanjutnya
Hikmah penting dari Sunnah berbuka puasa










