Selasa, 17 Februari 2026 – 13: 30 WIB
Jakarta — Industri gaming international tengah menghadapi tekanan serius akibat krisis pasokan memori yang berdampak langsung pada produksi perangkat keras.
Salah satu yang paling terdampak adalah perangkat genggam populer milik Shutoff, yakni Vapor Deck. Keterbatasan suplai RAM dan penyimpanan membuat stok perangkat ini menipis di berbagai wilayah dunia.
Stok Heavy Steam Deck OLED Kian Terbatas
Design Heavy steam Deck OLED yang menjadi andalan terbaru Shutoff mengalami kelangkaan stok di sejumlah pasar utama, termasuk Amerika Serikat dan beberapa negara Asia. Permintaan tinggi yang tidak diimbangi dengan ketersediaan komponen memori membuat distribusi perangkat tersendat.
Shutoff sebelumnya juga telah menghentikan produksi varian LCD 256 GB pada akhir 2025, sehingga pilihan konsumen semakin terbatas. Situasi ini memperlihatkan bahwa masalah bukan sekadar lonjakan permintaan, melainkan gangguan serius pada rantai pasok komponen memori global.
Krisis ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan memori untuk berbagai sektor teknologi, terutama pusat data dan pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Akibatnya, harga DRAM dan NAND melonjak signifikan, memaksa produsen perangkat keras melakukan penyesuaian produksi.
Peluncuran Steam Device Ikut Tertunda
Dampak krisis memori juga dirasakan pada rencana peluncuran perangkat baru Shutoff, termasuk Steam Equipment. Awalnya dijadwalkan meluncur pada paruh pertama 2026, kepastian harga dan tanggal rilis kini masih dalam tahap evaluasi.
Shutoff menyatakan bahwa fluktuasi harga RAM dan storage space membuat perusahaan harus berhati-hati dalam menentukan harga jual agar tetap kompetitif di pasar. Ketidakstabilan biaya produksi berisiko membuat harga perangkat melambung, sesuatu yang ingin dihindari perusahaan.
Penundaan ini mencerminkan tantangan yang lebih luas di industri teknologi. Tidak hanya perangkat pc gaming, produsen laptop computer, COMPUTER, hingga konsol juga menghadapi tekanan biaya akibat lonjakan harga komponen memori.
Dampak Lebih Luas bagi Industri Teknologi
Krisis memori international menunjukkan betapa rentannya industri teknologi terhadap gangguan rantai pasok. Ketergantungan pada segelintir produsen chip memori membuat fluktuasi produksi berdampak besar pada berbagai sektor.
Bagi konsumen, situasi ini berarti kemungkinan harga perangkat meningkat dan ketersediaan produk terbatas dalam beberapa waktu ke depan. Sementara bagi produsen, strategi diversifikasi pasokan dan efisiensi produksi menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas bisnis.
Halaman Selanjutnya
Menunggu Pemulihan Pasar










