Selasa, 17 Februari 2026 – 18:59 WIB

Jakarta – Wakil Ketua DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal meresmikan relokasi delapan unit rumah warga korban bencana longsor di Desa Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Prosesi ini menjadi titik balik bagi para korban untuk memulai kehidupan baru di hunian yang lebih aman.



Sebut Hilal Seluruh Indonesia Berada di Bawah Ufuk, Tim Hisab Situbondo Perkirakan Awal Puasa Ramadhan Kamis Lusa

Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan batu prasasti secara simbolis oleh Cucun. Selain itu, dilakukan pula penyerahan kunci rumah dan sertifikat hak milik secara langsung kepada para penerima manfaat, memastikan legalitas dan keamanan tempat tinggal bagi warga terdampak.

Dalam sambutannya, Cucun menyampaikan bahwa momentum ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan kehadiran rumah aspirasi Cucun terhadap warga.


img_title

Posisi Hilal Masih Bawah Ufuk di Lombok NTB, Ini Penjelasan BMKG

“Relokasi ini bukan hanya menghadirkan hunian yang lebih aman secara fisik, tetapi juga membawa harapan baru bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Kami ingin memastikan mereka memulai babak baru dengan tenang,” kata Cucun dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 17 Februari 2026.

Kegiatan ini bertepatan dengan momen menjelang bulan suci Ramadhan, sehingga dikemas sekaligus sebagai acara munggahan dan do’a bersama.


img_title

Ponpes Al Falah Ploso Tetapkan Awal Ramadhan 19 Februari 2026

Kehadiran rumah baru ini diharapkan menjadi berkah istimewa bagi warga dalam menyambut bulan puasa dengan rasa aman dan nyaman.

Semoga kita semua diberikan keselamatan dan kekuatan untuk terus saling peduli di Ramadhan ini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya relokasi ini. Semoga rumah baru ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan, tambah Cucun.

Relokasi ini merupakan bagian dari advokasi berkelanjutan melalui program aspirasi melalui Rumah Aspirasi Kang Cucun untuk memastikan masyarakat di daerah rawan bencana mendapatkan perlindungan serta fasilitas hunian yang layak.

Pemantauan Bulan Sabit Ramadhan.

Awal Ramadhan Kamis 19 Februari 2026, Kemenag: Posisi Hilal Tak Penuhi Kriteria MABIMS

Indonesia selama ini menggunakan metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan hijriah, khususnya Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah. Hisab berfungsi informasi awal.

img_title

VIVA.co.id

17 Februari 2026

Tautan Sumber