Senin, 16 Februari 2026 – 20: 04 WIB
VIVA — Iran mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menilai kepentingannya secara independen dari pengaruh Israel dalam negosiasi mengenai program nuklir Teheran, Senin, 16 Februari 2026
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, dalam wawancara terbaru dengan Al Jazeera mengatakan proses negosiasi terus berlanjut dan negara-negara regional juga berupaya membantu keberhasilan pembicaraan.
Menanggapi surat yang dikirim melalui Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad al-Busaidi yang menyampaikan posisi Tehran kepada AS, Larijani mengatakan bahwa belum ada tanggapan resmi yang diterima.
Dia menekankan bahwa Iran tetap terbuka untuk kerja sama dalam negosiasi dan terus mendukung pembicaraan, mencatat bahwa ada kesamaan pandangan antara Tehran dan Washington mengenai Iran yang tidak memiliki senjata nuklir, yang menurut Iran tidak sedang diupayakan.
Menekankan bahwa proses negosiasi tidak boleh berlarut-larut, Larijani mengatakan program rudal Iran tidak akan menjadi bagian dari negosiasi, karena memasukkan topik lain dapat mengganggu proses tersebut.
“Program rudal kami sepenuhnya terpisah dari program nuklir. Ini adalah masalah domestik, pada dasarnya terkait dengan keamanan nasional kami. Karena itu, program ini tidak dapat menjadi bagian dari negosiasi ini,” katanya.
Dia juga mengatakan bahwa gagasan Iran mengurangi pengayaan uraniumnya hingga nol “tidak ada dalam agenda.”
“Tidak praktis bagi negara yang telah menguasai teknologi ini untuk menguranginya hingga nol,” katanya, mengutip kebutuhan uranium yang diperkaya untuk tujuan seperti penelitian dan pengobatan kesehatan.
Larijani juga menekankan bahwa Iran siap menghadapi ancaman potensial apa word play here dan menuduh Israel berupaya untuk ikut campur dalam negosiasi dan menggoyahkan kawasan tersebut.
“Negosiasi kami secara eksklusif dengan Amerika Serikat. Kami tidak terlibat dalam pembicaraan apa pun dengan Israel. Namun, Israel telah ikut campur dalam proses ini, dengan niat mereka untuk merusak dan menyabotase negosiasi ini,” katanya.
Dia mencatat bahwa Iran siap bekerja sama dengan Arab Saudi, Mesir, dan Turki untuk menjaga stabilitas regional.
Mengomentari perang 12 hari dengan Israel pada Juni 2025, Larijani mengakui bahwa aparat intelijen Iran tidak sekuat yang digambarkan, tetapi mencatat bahwa langkah-langkah keamanan telah diperkuat dan serangan Israel telah memupuk persatuan nasional. (ant)
Israel Akan Jadikan Tanah di Tepi Barat ‘Properti Nasional’, Hamas Kobar
Israel telah menyetujui rencana untuk mengklaim sebagian besar wilayah Tepi Barat yang diduduki sebagai “milik negara” jika Palestina tidak dapat membuktikan kepemilikan
VIVA.co.id
16 Februari 2026










