Rabu, 18 Februari 2026 – 16: 13 WIB
Jakarta — Partai Golkar menegaskan dukungan penuh terhadap langkah Presiden RI Prabowo Subianto dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif.
Dukungan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Golkar Idrus Marham menyusul kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Washington DC, Amerika Serikat (AS)
Idrus menyampaikan bahwa Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia telah menginstruksikan seluruh kader partai untuk mendukung penuh kebijakan politik luar negeri Presiden.
Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya tepat secara konseptual, tetapi juga efektif secara strategis dalam kerangka kepentingan nasional jangka panjang.
“Dalam perspektif diplomasi, kebijakan Prabowo dipahami sebagai bentuk rasionalitas strategis negara menengah yang berupaya memaksimalkan otonomi kebijakan luar negeri tanpa mengorbankan stabilitas sistem internasional,” ucap Idrus dalam keterangannya, Rabu, 18 Februari 2026
Idrus menegaskan bahwa apabila terjadi deviasi terhadap kepentingan nasional, Presiden Prabowo diyakini akan mengambil posisi korektif secara tegas, karena orientasi nasionalismenya berakar pada kepentingan negara, bukan kalkulasi politik jangka pendek.
Menurut Idrus, bebas aktif bukan sekadar posisi netral, melainkan strategi diplomatic hedging yang memungkinkan Indonesia membangun relasi multipolar secara simultan.
Diketahui, Presiden Prabowo bertolak ke Amerika Serikat untuk melakukan pertemuan reciprocal dengan Presiden AS Donald Trump membahas penguatan hubungan kedua negara serta kerja sama strategis di berbagai sektor.
Selain itu, Prabowo juga diagendakan menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian untuk Gaza, Board of Peace (BoP) serta menandatangani kesepakatan terkait kebijakan tarif impor Amerika Serikat.
Golkar menilai program tersebut mencerminkan konsistensi Prabowo dalam memperjuangkan kepentingan nasional di discussion forum international.
“Partai Golkar memastikan akan berada di garis depan dalam mengawal dan mendukung kebijakan luar negeri pemerintah,” tuturnya.
Hakim AS Gagalkan Rencana Trump Depotasi Mahasiswa Palestina
Hakim imigrasi di AS memutuskan untuk mengakhiri proses deportasi terhadap seorang mahasiswa asal Palestina, sekaligus menggagalkan upaya rezim Trump mendeportasinya
VIVA.co.id
18 Februari 2026









