Jumat, 20 Februari 2026 – 15: 40 WIB

Jakarta – Para peneliti Kaspersky telah menemukan kampanye penipuan yang menargetkan penggemar BTS setelah pengumuman tur dunia mereka “Arirang” baru-baru ini.

Pramono Berharap Konser BTS Digelar di JIS, Kenapa?

Situs web palsu yang meniru platform fandom resmi BTS, Weverse, terlihat memikat penggemar yang tidak waspada untuk melakukan pembelian yang tidak pernah dipenuhi.

Setelah pengumuman resmi tur dunia BTS 2026, penjahat siber memanfaatkan antusiasme penggemar untuk meluncurkan kampanye penipuan terkait euforia tersebut.

img_title

Pramono Minta Secara Khusus ke Dirut JIS Izinkan BTS Gelar Konser

Meniru system fandom resmi BTS, Weverse, situs internet palsu ini terlihat menjual tiket keanggotaan. Namun, situs-situs ini tidak memiliki afiliasi dengan HYBE, BTS, atau Weverse, dan semata-mata dirancang untuk menipu penggemar yang tidak menaruh rasa curiga.

Selain kehilangan uang dari pembelian awal, individu mungkin menghadapi kerugian finansial yang lebih besar karena penipu dapat memanfaatkan kredensial yang dicuri untuk memperluas kampanye penipuan mereka.

img_title

Catat Tanggalnya! BTS Bakal Konser di Jakarta Desember 2026

Selain itu, penelitian terbaru Kaspersky juga mengungkapkan bahwa information pribadi yang dikumpulkan melalui situs phishing ini bahkan dapat dijual di dark web untuk digunakan dalam serangan tertarget.

Kredensial ini– setelah bocor– memungkinkan penjahat siber untuk membuat berbagai penipuan yang sangat personal, mengubah korban sekali waktu menjadi target jangka panjang untuk penipuan finansial dan identitas.

“Masa antusiasme dan antisipasi menjelang konser selebriti sayangnya juga menciptakan peluang perfect bagi penjahat siber. Mereka sering memanfaatkan perasaan gembira dan urgensi yang dialami individu karena hal itu dapat mengesampingkan rasa waspada kita dan mengurangi kecenderungan kita untuk mengobservasi. Saat kita memasuki tahun 2026 dengan banyaknya konser pop yang direncanakan di kawasan Asia Pasifik, sangat penting bagi kita untuk berhati-hati dan mengambil langkah proaktif dalam melindungi diri kita dari penipuan ini, terutama karena AI terus meningkatkan kemampuan penipuan mereka,” kata Direktur Pelaksana Kaspersky untuk Asia Pasifik, Adrian Hia, Jumat, 20 Februari 2026

Untuk menghindari menjadi korban penipuan, Kaspersky menyarankan untuk:

• Verifikasi keaslian toko online sebelum melakukan pembelian. Selalu periksa kembali URL, ejaan nama merek, dan apakah situs tersebut merupakan pengecer resmi atau mitra resmi.

Halaman Selanjutnya

• Gunakan metode pembayaran tepercaya saat membeli barang secara online.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber