Minggu, 15 Februari 2026 – 02:20 WIB
VIVA –Kesehatan organ intim merupakan bagian penting dari kesehatan reproduksi dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Namun, pembahasan mengenai organ intim masih sering dianggap tabu, sehingga banyak orang kurang mendapatkan informasi yang benar mengenai cara perawatan, risiko penyakit, serta langkah pencegahannya.
Salah satu risiko utama yang berkaitan dengan kesehatan organ intim adalah Infeksi Menular Seksual (IMS). Kurangnya pemahaman mengenai jenis, gejala, dan cara penularan IMS membuat banyak kasus tidak terdeteksi sejak dini. Akibatnya, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius, seperti gangguan kesuburan, infeksi kronis, hingga peningkatan risiko penularan HIV. Oleh karena itu, itu, edukasi mengenai IMS dan upaya pencegahannya termasuk penggunaan kondom menjadi sangat penting untuk melindungi kesehatan individu maupun pasangan.
Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu IMS. IMS adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan intim, baik vaginal, anal, maupun oral. Penyebabnya beragam, mulai dari bakteri, virus, jamur hingga parasit.
Terkait dengan gejala IMS, Clinical Training Manager DKT Indonesia, dr. Erika Indrajaya menyebut bahwa pada sebagian kasus, gejala lebih mudah dikenali pada perempuan, namun tidak tampak pada laki-laki. Sebaliknya, ada pula infeksi yang justru lebih cepat menunjukkan tanda pada laki-laki dibandingkan perempuan.
Sebagai contoh, pada infeksi Human papillomavirus (HPV), gejala pada perempuan dapat terlihat atau terasa, sementara pada laki-laki sering kali tidak menimbulkan keluhan. Berbeda dengan Gonore atau Sifilis, yang dalam beberapa kasus justru lebih dahulu menunjukkan gejala pada laki-laki.
“Beberapa beda jenis IMS itu gejalanya beda. Contoh HPV, HPV itu kalau di wanita itu berasa, kaya terlihat gejalanya, tapi kalau di cowok itu justru enggak. Sedangkan kalau misalnya yang lain, gonorrhea, sifilis, itu bahkan mungkin lebih jelas di cowok duluan dibandingkan dari wanita,” kata dia saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan baru-baru ini.
Dari sisi penyebab, IMS tidak hanya disebabkan oleh satu jenis kuman. Ada yang disebabkan oleh bakteri, virus, hingga mikroorganisme lainnya. Namun, semua IMS memiliki satu kesamaan utama, yaitu cara penularannya.










