Rabu, 18 Februari 2026 – 21: 20 WIB
Jakarta — Industri film anak Tanah Air kembali kedatangan warna baru. Mahakarya Photo resmi memperkenalkan trailer film petualangan fiksi ilmiah Pelangi di Mars dalam konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini. Film ini menawarkan kisah tak biasa: seorang anak Indonesia yang tumbuh di World Mars dan memikul misi besar untuk menyelamatkan Bumi dari krisis air.
Proyek ini bukan produksi instan. Dibutuhkan waktu pengembangan hingga lima tahun, dengan dukungan teknologi Extended Truth (XR) yang digarap di Studio DossGuavaXR. Namun di balik kemegahan visual dan sentuhan animasi 3 D, film ini menyimpan misi yang lebih dalam– menghadirkan cerita anak dengan identitas lokal dan imajinasi worldwide. Scroll untuk information lengkapnya, yuk!
Jawaban atas Minimnya Film Anak Lokal
Produser Dendi Reynando menilai film keluarga di Indonesia masih belum banyak pilihan. Dari kegelisahan itulah lahir Pelangi di Mars.
“Pelangi di Mars lahir karena menurut saya film untuk anak dan keluarga masih sangat terbatas (under supply). Saya ingin memberikan satu alternatif untuk anak Indonesia, agar anak-anak kita memiliki cerita mereka sendiri,” ujar Dendi Reynando dalam keterangannya, dikutip Rabu 18 Februari 2026
Baginya, penting bagi anak Indonesia untuk memiliki tokoh yang dekat secara identitas, namun tetap mampu menjelajah ruang imajinasi tanpa batas.
Anak Jadi Pahlawan Utama
Berbeda dari pola cerita yang sering menempatkan anak sebagai karakter pendamping, movie ini justru menjadikan Pelangi sebagai pusat narasi. Diperankan oleh Messi Gusti, Pelangi digambarkan sebagai manusia pertama yang lahir di Mars setelah terdampar bersama ibunya, Pratiwi.
Ketika sang ibu menjalankan misi menemukan mineral bernama Zeolith Omega– zat yang diyakini mampu menjadi solusi krisis air bersih di Bumi– Pelangi melanjutkan perjuangan itu. Bersama robot-robot sahabatnya, ia menghadapi berbagai tantangan demi menyelesaikan misi sekaligus menemukan ayahnya.
Sutradara Upie Guava mengaku kecintaannya pada movie fiksi ilmiah sejak kecil menjadi fondasi dalam menggarap proyek ini.
“Saya ingin anak-anak percaya bahwa tidak ada batas yang tidak bisa ditembus. Di sini, anak-anak adalah pahlawannya,” tegas Upie.
Halaman Selanjutnya
Narasi besar “Pahlawan lahir dari keberanian” terasa kuat dalam cuplikan trailer. Aesthetic world merah, lanskap futuristik, dan interaksi dengan robotic interaktif menjadi daya tarik tersendiri, tanpa menghilangkan sentuhan emosional hubungan ibu dan anak.










