Sabtu, 14 Februari 2026 – 10:18 WIB
Jakarta – Feng shui merupakan praktik kuno dari Tiongkok yang berfokus pada pengaturan ruang untuk menciptakan harmoni antara manusia dan lingkungannya. Secara harfiah berarti “angin” (feng) dan “air” (shui), dua elemen alam yang dalam filosofi Timur melambangkan aliran energi atau qi. Prinsip dasarnya adalah bagaimana energi tersebut mengalir, berkumpul, atau justru terhambat dalam suatu ruang—baik itu rumah, tempat usaha, maupun lingkungan yang lebih luas.
Sejarah feng shui dapat ditelusuri hingga ribuan tahun lalu, berkembang sejak masa dinasti-dinasti awal di Tiongkok. Pada era kekaisaran, praktik ini digunakan untuk menentukan lokasi istana, tata kota, hingga makam para bangsawan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Dalam sistem kerajaan, feng shui dipercaya berperan menjaga stabilitas kekuasaan, kesehatan penguasa, serta kemakmuran negara. Dari praktik yang bersifat eksklusif bagi kalangan istana, feng shui kemudian menyebar ke masyarakat luas dan berevolusi menjadi berbagai aliran, termasuk yang kini dikenal sebagai pendekatan klasik dan Imperial Feng Shui.
Di era modern, feng shui tak lagi semata dipahami sebagai tradisi turun-temurun. Banyak praktisi mencoba membingkainya sebagai sistem pengelolaan energi ruang yang rasional dan terstruktur—mulai dari membaca arah mata angin, sirkulasi udara, pencahayaan, hingga pola aktivitas penghuni.
![]()
Pendekatan inilah yang menjadi benang merah dalam perayaan ulang tahun kedua Anggara Treasures yang digelar pada 7 Februari 2026 di Jakarta. Acara tersebut tidak hanya menjadi momen selebrasi, tetapi juga refleksi mengenai bagaimana prinsip feng shui klasik—yang dahulu digunakan dalam sistem kekaisaran—diterjemahkan untuk kebutuhan kehidupan modern.
Mengusung filosofi “Rahasia para kaisar”, perayaan ini menyoroti konsep Imperial Feng Shui yang menekankan pada stabilitas, keseimbangan, dan kesinambungan energi dalam ruang. Fokusnya bukan pada perubahan fisik besar-besaran, melainkan pada optimalisasi tata ruang yang sudah ada.
Salah satu gagasan yang diperkenalkan adalah reharmonisasi tanpa renovasi. Konsep ini menawarkan penyesuaian energi ruang tanpa harus melakukan renovasi struktural yang mahal. Bagi masyarakat urban dengan mobilitas tinggi, pendekatan ini dinilai lebih praktis karena mengedepankan efisiensi tanpa mengorbankan fungsi ruang.
Halaman Selanjutnya
Founder Anggara Treasures, Rezza Anggara, menegaskan bahwa dua tahun perjalanan mereka lebih banyak berfokus pada edukasi publik mengenai feng shui berbasis sistem.









