Minggu, 15 Februari 2026 – 18:25 WIB
VIVA – Turnamen internasional perdana CrossFire: Legends Championship Asia Tenggara (CFLC) resmi berakhir dan langsung mencatat sejarah baru di dunia esports mobile kawasan. Bertempat di Manila, Filipina, ajang bergengsi ini melahirkan Evolution Team (EVO) asal Vietnam sebagai juara perdana setelah tampil dominan hingga partai puncak.
CFLC yang berlangsung pada 7–8 Februari 2026 menjadi panggung adu gengsi tim-tim terbaik Asia Tenggara. Total hadiah sebesar USD 70.000 atau sekitar Rp1,1 miliar memanaskan persaingan, dengan tim Filipina KDM harus puas finis sebagai runner-up.
Tak sekadar soal juara, CFLC menegaskan pesatnya perkembangan ekosistem esports mobile FPS di Asia Tenggara. Tim-tim ternama seperti EVOS, ONIC, hingga FullSense turut ambil bagian, memperlihatkan betapa ketatnya peta persaingan regional, termasuk kontribusi besar dari Indonesia sejak fase awal turnamen.
Antusiasme publik pun luar biasa. Babak semifinal hingga grand final disaksikan langsung oleh ribuan penonton di arena, sementara siaran daring melalui TikTok, Facebook, dan YouTube mencatat lebih dari 500 ribu penayangan. Angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa CrossFire: Legends kian mendapat tempat di hati penggemar esports.
Pihak penyelenggara menilai kesuksesan CFLC sebagai langkah awal menuju panggung yang lebih besar. Tencent K1 Team menegaskan komitmennya membangun ekosistem esports FPS mobile yang profesional dan berkelanjutan, dengan CFLC sebagai fondasi kompetisi internasional jangka panjang.
Berakhirnya CFLC sekaligus memperkuat posisi Asia Tenggara—termasuk Indonesia—sebagai salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat di industri esports mobile dunia.
Road to EWC 2026: Jalur Global Baru yang Bikin Esports World Cup Makin Besar
Esports World Cup 2026 luncurkan program “Road to EWC” dengan 230+ turnamen global sebagai jalur kualifikasi menuju ajang esports terbesar di Riyadh. Ini detailnya.
VIVA.co.id
12 Februari 2026









