Sabtu, 14 Februari 2026 – 13:10 WIB
Milan, PANJANG HIDUP – Pertemuan antara Inter Milan dan Juventus selalu menyuguhkan duel sarat rivalitas. Salah satu derby paling panas di Italia ini tak hanya soal poin liga, tetapi juga dibumbui oleh sejumlah kontroversi dan momen dramatis yang tak terlupakan, membuat Derby d Italia punya cerita panjang di luar sekadar skor akhir pertandingan.
Asal-usul Derby d’Italia
Istilah Derby d’Italia sendiri lahir pada 1967, diperkenalkan oleh jurnalis ternama Gianni Brera. Ia memilih nama ini bukan karena kedua tim berada dalam kota yang sama — seperti derby pada umumnya — tetapi karena sengitnya rivalitas dan atmosfer pertandingan yang mirip derby lokal, yang memecah perhatian publik sepak bola Italia.
Skor 9-1 yang Masih Dibicarakan
Salah satu momen paling kontroversial datang jauh lebih dulu, pada 10 Juni 1961. Dalam laga ulang setelah insiden lapangan penuh, Juventus menghancurkan Inter dengan skor 9-1, sebuah hasil yang masih terus dibahas hingga kini sebagai bagian dari cerita Derby d’Italia. Dalam pertandingan tersebut, striker Juventus Omar Sívori mencetak enam gol dalam satu pertandingan, pencapaian langka yang tak cepat dilupakan.
Calciopoli: Titik Balik Perseteruan
![]()
Pertandingan Inter Milan vs Juventus
Rivalitas ini semakin memuncak setelah skandal Calciopoli 2006, ketika Juventus dijatuhi sanksi berat termasuk degradasi ke Serie B dan pencabutan titel Scudetto. Gelar tersebut kemudian dianugerahkan kepada Inter, yang merupakan salah satu efek paling sensitif dalam sejarah rivalitas kedua klub.
Momen ini bukan hanya soal hukuman, tetapi memicu perdebatan tentang integritas kompetisi dan hubungan kedua klub di masa depan. Skandal itu memperdalam dendam dan emosional fans kedua kubu serta memberi makna baru bagi setiap pertemuan mereka.
Drama Wasit dan Penalti Dipertanyakan
Kontroversi lain yang mengguncang Derby d’Italia adalah keputusan wasit yang dipermasalahkan. Pada musim 1997/98, dalam duel yang sangat menentukan gelar, wasit Piero Ceccarini menolak penalti untuk Inter setelah tekel terhadap Ronaldo, namun justru memberi penalti kepada Juventus dalam situasi yang sangat cepat. Keputusan itu membuat Juventus menang 1-0 dan kemudian memenangkan liga, sementara Inter merasa dirugikan.
Halaman Selanjutnya
Lebih dari Sekadar Persaingan Klasemen










