Rabu, 18 Februari 2026 – 19:20 WIB
Singapura, LANGSUNG – Fenomena blind box atau kotak misteri semakin marak di kalangan anak muda dan orang dewasa di berbagai negara. Banyak orang memburu blind box karena penasaran dengan apa yang akan mereka dapatkan, bahkan ada juga yang ketagihan dengan momen-momen saat membuka kemasan (unboxing).
Menyusul dengan tren blind box di berbagai negara termasuk Singapura, kini pemerintah Singapura akan memberlakukan peraturan penjualan blind box tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengatasi risiko yang berhubungan dengan perjudian, demikian pernyataan dari Menteri Dalam Negeri Singapura, K Shanmugan.
Hal ini diungkap Shanmugan saat anggota Parlemen Singapura dari Partai Pekerja-Hougang, Dennis Tan saat sidang Parlemen pada 12 Februari lalu. Saat itu, Dennis sempat bertanya terkait apakah pemerintah Singapura akan mewajibkan penjual untuk menjelaskan peluang mendapatkan setiap item dalam produk blind box atau ‘gacha’.
Shanmugam menjelaskan bahwa kementeriannya bersama Otoritas Pengatur Perjudian (Gambling Regulatory Authority) telah mempelajari masalah ini dan memutuskan untuk menetapkan ketentuan terkait cara penawaran blind box.
“Peraturan sedang disusun. Saran anggota untuk mewajibkan pengungkapan peluang dan probabilitas secara standar akan menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan dalam peraturan tersebut,” kata Shanmugam dalam jawaban tertulis seperti dikutip dari laman CNA News, Rabu 18 Februari 2026.
Undang-Undang Pengendalian Perjudian (Gambling Control Act) memungkinkan beberapa jenis layanan perjudian berisiko rendah, seperti undian berhadiah, ditawarkan di bawah sistem lisensi kelas, di mana tidak perlu mengajukan izin ke Otoritas Pengatur Perjudian.
Otoritas tersebut mengatakan di situs webnya bahwa detail lebih lanjut mengenai ketentuan lisensi kelas untuk mystery box akan diumumkan di kemudian hari.
Sementara itu, badan layanan sosial TOUCH Community Services sebelumnya mengatakan bahwa kegiatan berbasis peluang seperti ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran.
“Normalisasi yang semakin meningkat dari permainan dan aktivitas berbasis peluang, seperti pembelian blind box, menimbulkan kekhawatiran serius, terutama bagi anak-anak dan remaja. Kegiatan ini menghadirkan sensasi ketidakpastian dan potensi hadiah, yang bisa dengan cepat berkembang menjadi perilaku kompulsif. Kadar dopamin yang dilepaskan saat membuka blind box dapat memicu sistem reward di otak yang sangat kuat, sehingga bisa menimbulkan kecanduan,” kata konselor utama di departemen konseling dan intervensi organisasi tersebut, Shawn Soh.
Halaman Selanjutnya
Gagal mendapatkan item langka juga dapat memicu rasa cemas dan depresi, tambah Soh.









