Rabu, 18 Februari 2026 – 16:20 WIB
VIVA – Kementerian Agama RI telah menetapkan awal Ramadan 1557 H jatuh pada Kamis 19 Februari 2026. Dengan demikian Rabu malam ini, 18 Februari 2026 umat muslim sudah memulai melaksanakan ibadah solat tarawih.
Sholat Tarawih merupakan salah satu sholat sunnah yang dianjurkan dilakukan di bulan Ramadhan. Nabi SAW bersabda, orang yang melaksanakan shalat tarawih di bulan Ramadhan akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Barangsiapa yang shalat Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni (Sepakat)
Artinya: Barang siapa melakukan shalat (Tarawih) pada Ramadhan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta’âlâ) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (Muttafaq ‘Alaih).
Maka dari itu jangan lewatkan momentum ini. Berkaitan dengan pelaksaanannya, solat tarawih bisa dkerjakan berjamaah maupun sendiri. Lantas seperti apa mereka yang terpaksa harus menjalankan ibadah solat tarawih sendiri lantaran urusan pekerjaan?
Melansir laman SEKARANG Daring, Rabu 18 Februari 2025, berikut ini tata cara dan bacaan lengkap solat tarawih.
Lafal Niat Shalat Tarawih
Saya shalat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat dihadapan Tuhan Yang Maha Esa.
Sunnah Tarawih Rak’a’in Ushal di Kiblat Imam Lillahi Ta’âlâ.
Artinya: Saya niat shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, menjadi imam karena Allah ta’âlâ.
Setelah membaca lafal niat, dilanjut dengan rukun-rukun setelahnya, yakni:
- Takbiratul ihram,
- membaca doa pembuka
- membaca ta’awudz,
- Surat Al-Fatihah,
- membaca surat-surat pendek,
- tangan’,
- aku pasang surut,
- berdiri untuk melakukan sujud,
- bersujud,
- kehidupan,
- membaca dua kalimat sahadat, membaca shalawat Ibrahim, dan diakhiri salam.
Sementara itu terkait jumlah rakaat shalat Tarawih sebagaimana pendapat mayoritas mazhab Syafi’i adalah sebanyak 20 rakaat dengan sepuluh salam. Hal itu berdasarkan hadits Rasulullah saw riwayat al-Baihaqi melalui jalur Ibnu Abbas, yaitu:
Rasulullah SAW biasa melaksanakan shalat dua puluh rakaat dan shalat witir di bulan Ramadhan, selain berjamaah.
Artinya : Nabi Muhammad SAW, shalat di bulan Ramadhan tanpa berjamaah sebanyak dua puluh rakaat dan (ditambah) shalat witir.
Setelah mejalani ibadah solat tarawih maka umat Muslim bisa membaca doa setelah solat tarawih sebagai berikut:
Ya Allah sempurnakanlah kami dalam keimanan, pelaksana kewajiban, penghafal shalat, pelaksana zakat, dan pencari rezeki di sisi-Mu. Dan kami mengharap ampunan-Mu, dan kami berpegang teguh pada petunjuk, dan kami menjauhi omong kosong, dan kami bertapa di dunia, dan kami menginginkan akhirat, dan kami mencari keadilan. Puas, mensyukuri nikmat, sabar menghadapi musibah, berjalan di bawah panji Muhammad SAW, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, di hari kiamat, dan sampai ke Mata Air. Dan mereka akan masuk surga, dan selamat dari Neraka, dan akan duduk di ranjang yang bermartabat, dan akan dikawinkan dua orang syahid, dan Sundus dan Istibraq. dan dari kain brokat, dan dari makanan surga mereka akan makan, dan dari susu murni dan madu mereka akan minum, dengan cangkir dan kendi, dan secangkir air mancur bersama orang-orang yang telah Engkau anugerahkan shalawat kepada mereka di antara para nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang syahid, dan orang-orang yang bertakwa, dan mereka adalah sahabat-sahabat yang baik. Itulah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikan kami di malam yang mulia dan penuh berkah ini termasuk orang-orang yang bahagia dan ridha, dan jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang sengsara. Orang-orang yang kembali, semoga rahmat Allah tercurah atas junjungan kita Muhammad dan keluarganya serta seluruh sahabatnya, dengan rahmat-Mu, ya Yang Maha Penyayang di antara orang-orang yang penyayang, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Allahummaj’alna bil îmani sempurna. Wa lil farâidli muaddin. Wa lish-shalati hafidhin. Liz-zakâti fa’ilîn kami. Wa lima’ bukan thalibin. Wa li ‘afwika rajîn. Wa bil-hudâ mutamaskîn. Wa ‘anil laghwi mu’ridlîn. Wa fid-dunia zahdin. Dan di akhirat ragibin. Dan bil-qadlya’i merasa senang. Wa lin na’mâ’i syâkirîn. Wa ‘alal bala’i shabirîn. Ini adalah nama Muhammad, saw, dan Hari Pembalasan bersama kita. Wa ilal masuk surga. Kapal kami bersih. Wa ‘ala sariirl keajaiban qâ’idîn. Mereka adalah kaum ‘in mutazawwijîn. Yang satu sundusin, yang satu istabraqîn, yang satu mutalabbisîn. Dan siapakah yang mengetahui surga. Dan yang terakhir adalah ‘asalin mushaffan sâribîn. Bi akwabin wa abarîqa wa ka’sin min ma’în. Ma’al ladzîna an’amta ‘alaihim minan nabiyyna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shalihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dalikal fadl-lu minallahi wa kaf’a billahi ‘alîman. Allahummaj’alnya fi hadzihil lailatisy syahrisy syarifail mubarakah minas su’adya’il maqbûlîn. Wa la taj’alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa Shallallahu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma’în. Birahmatika adalah Tuhan semesta alam yang maha pengasih dan terpuji.
Halaman Selanjutnya
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang beriman sempurna, yang menunaikan kewajiban, yang memelihara shalat, yang menunaikan zakat, yang mencari rezeki-Mu, yang mengharap ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang menjauhi kebatilan, yang bertapa di dunia, yang senang dengan akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketetapan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar dalam segala musibah, yang berada di bawah panji Tuhan kami Nabi Muhammad SAW di hari kiamat.” Kebangkitan, yang masuk sumur (Nabi Muhammad), yang selamat dari api neraka, yang duduk di ranjang kemuliaan, yang memakai berbagai sutra, yang meminum susu murni dan madu dengan gelas, gelas, dan gelas bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, orang-orang yang syahid dan orang-orang yang bertakwa di antara orang-orang yang celaka dan tercela amalnya. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada junjungan kita Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabatnya.










