Minggu, 15 Februari 2026 – 15: 02 WIB
London, VIVA– Perkembangan mobil listrik terus menunjukkan tren positif di berbagai negara dalam beberapa tahun terakhir. Namun kini, muncul tantangan baru yang mulai terasa, bukan lagi soal harga atau jarak tempuh, melainkan ketersediaan fasilitas pengisian daya.
Banyak orang dulu ragu beralih ke mobil listrik karena harganya mahal dan jarak tempuhnya dianggap terbatas. Seiring waktu, kedua hal itu mulai membaik, tetapi justru muncul persoalan lain yang mulai sering dibicarakan, yaitu kebutuhan battery charger yang semakin tinggi.
Information terbaru ChargePoint, dikutip VIVA Otomotif dari listrik Minggu 15 Februari 2026 menunjukkan bahwa penggunaan stasiun pengisian daya meningkat jauh lebih cepat dibandingkan penambahan jumlah charger baru. Artinya, semakin banyak pengguna mobil listrik harus berbagi fasilitas yang jumlahnya belum tentu bertambah secepat pertumbuhan kendaraannya.
Dalam setahun terakhir saja, tercatat lebih dari 100 juta sesi pengisian daya terjadi di salah satu jaringan pengisian global. Angka ini menandakan bahwa mobil listrik tidak hanya bertambah dari sisi penjualan, tetapi juga semakin sering digunakan dalam aktivitas harian.
Menariknya, lonjakan penggunaan battery charger ini tidak sepenuhnya dipicu oleh penjualan mobil baru. Jumlah kendaraan listrik yang sudah beredar di jalan justru menjadi faktor utama meningkatnya kebutuhan pengisian daya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar mobil listrik sudah masuk ke tahap baru. Fokusnya bukan lagi seberapa banyak unit terjual setiap tahun, melainkan berapa banyak kendaraan listrik yang sudah aktif digunakan oleh masyarakat.
Dalam dua tahun terakhir, penggunaan jaringan pengisian daya meningkat sangat tajam. Hampir 60 persen dari total jarak tempuh kendaraan listrik yang tercatat selama belasan tahun terakhir justru terjadi dalam periode singkat tersebut.
Penjualan mobil listrik global sendiri masih terus tumbuh, bahkan mengalami kenaikan sekitar 20 persen dalam satu tahun terakhir. Di beberapa wilayah seperti Eropa, pertumbuhannya bahkan lebih tinggi dan menjadi pendorong utama peningkatan kebutuhan pengisian daya.
Namun pertumbuhan penggunaan battery charger ternyata melampaui pertumbuhan jumlah kendaraan baru. Ini membuat setiap titik pengisian harus melayani lebih banyak pengguna dibanding sebelumnya.
Halaman Selanjutnya
Meski jumlah titik pengisian terus bertambah, peningkatannya belum cukup untuk mengimbangi lonjakan penggunaan. Kondisi ini membuat tekanan pada infrastruktur pengisian semakin terasa dan berpotensi menjadi tantangan ke depan.









