Rabu, 18 Februari 2026 – 10:25 WIB
VIVA – Setiap menjelang di bulan Ramadhan, ketika langit mulai berpendar jingga dan waktu berbuka kian dekat, masyarakat di Uni Emirat Arab (UAE) menanti satu dentuman yang menjadi tradisi tahunan dan begitu akrab di telinga: suara meriam iftar.
Ledakan itu bukan sekedar penanda waktu. Ini mencerminkan tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun, menghubungkan generasi lama dan baru dalam momen yang sama—menghilangkan rasa lapar dan haus setelah seharian berpuasa.
Kepolisian Dubai telah mengumumkan daftar lokasi meriam buka puasa (iftar) Ramadhan tahun ini, melanjutkan tradisi tahunan yang menandai waktu berbuka puasa di UAE selama bulan suci.
Melansir berita teluk, Rabu, 18 Februari 2026, otoritas setempat mengungkapkan total 33 lokasi penempatan meriam, terdiri atas enam meriam tetap di sejumlah landmark utama serta meriam bergerak yang akan berkeliling ke berbagai kawasan di seluruh emirat.
Meriam Prancis Klasik
![]()
UAE menembakkan meriam sebagai penanda waktu berbuka puasa Ramadhan
Direktur Departemen Umum Kebahagiaan Masyarakat Kepolisian Dubai, Brigadir Ali Khalfan Al Mansouri, mengatakan tradisi meriam iftar telah menjadi bagian penting dari kehidupan Ramadhan di Uni Emirat Arab selama beberapa generasi.
“Meriam Iftar tidak hanya menandai waktu berbuka, tetapi juga memperkuat rasa persatuan dan menghadirkan momen kebersamaan bagi masyarakat,” ujarnya.
Tahun ini, enam meriam tetap akan ditempatkan di sejumlah titik ikonik Dubai agar dentuman khasnya dapat terdengar luas saat matahari terbenam. Salah satu yang ikonik adalah dua meriam klasik asal Prancis dari era 1960-akan kembali digunakan tahun ini. Meriam tersebut dianggap sebagai bagian dari warisan budaya UEA.
Selain digunakan saat berbuka puasa, meriam itu juga akan ditembakkan secara seremonial pada perayaan Idul Fitri. Dentumannya mencapai 170 desibel dan dapat terdengar hingga radius 10 kilometer.
Sementara ua meriam bergerak juga disiapkan—masing-masing satu untuk wilayah Dubai dan satu lagi di kawasan Hatta. Di Dubai, meriam bergerak akan mengunjungi sedikitnya 16 area, termasuk Hotel Meydan, Masjid Agung Sattwa, Taman Zabeel, kawasan Jumeirah, serta Global Village.
Untuk pertama kalinya, meriam bergerak juga akan hadir di 11 lokasi di Hatta, wilayah pegunungan yang dikenal sebagai destinasi wisata dan permukiman.
Halaman Selanjutnya
Nilai Persatuan dan Kohesi Sosial










