Sabtu, 14 Februari 2026 – 18: 02 WIB.

Jakarta — Arus globalisasi mendatangkan derasnya pengaruh budaya asing, khususnya di kalangan generasi muda. Fenomena ini dinilai menjadi tantangan serius bagi identitas nasional.

Imlek 2026, Generasi Muda China Pilih Mudik Terbalik.

Di tengah kekhawatiran budaya bangsa terancam tergerus, Gerakan Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan meneruskan nilai-nilai Proklamasi serta Pancasila kepada generasi muda. Momentum ini ditegaskan melalui peringatan Peristiwa Merah Putih ke- 80 dengan menggelar apel dan ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta pada Sabtu, 14 Februari 2026

Peristiwa Merah Putih terjadi pada 14 Februari 1946 yang terjadi di Manado. Kejadian ini merupakan bentuk perlawasan warga Sulawesi Utara guna mempertahankan kemerdekaan bangsa sekaligus bentuk dukungan atas proklamasi Indonesia.

img_title

Jenderal Top Israel Bocorkan Kapan Rencana AS Serang Iran.

Ketua Umum DPP GPPMP, Dr. Jeffrey Rawis, SE, MA, mengatakan peringatan ini merupakan program rutin dilaksana setiap tahun. Ia mengatakan, momen mengenang perjuangan pahlawan tahun ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan delapan dekade peristiwa Merah Putih di Manado.

img_title

Iran Sanggup Lawan AS Tanpa Senjata Nuklir.

“Peringatan ini ingin kami jadikan sebagai upaya untuk meneruskan jiwa, semangat, nilai Proklamasi, Pancasila, NKRI dan Bineka Tunggal Ika,” kata Jeffrey pada awak media di TMP Kalibata Jakarta pada Sabtu, 14 Februari 2026

Jeffrey mengakui bahwa tantangan kebangsaan saat ini tidak lagi berbentuk fisik maupun saling todong senjata. Kata Jeffrey, ujian sebenarya adalah serangan narasi dan pengaruh budaya yang dapat memengaruhi pola pikir generasi muda.

“Ya memang satu hal yang menjadi tantangan kita adalah untuk memproduksi sebanyak mungkin narasi yang bisa mengejawantakan spirit ya, spirit perjuangan ini, kepada gen Z maupun generasi milenial,” tambah Jeffrey.

Sadar akan serangan yang bisa menggerus nilai budaya generasi muda, GPPMP berencana membuat buku edukasi. Buku ini memuat kisah 80 pejuang Merah Putih dari seluruh Indonesia yang diterbitkan dalam dua layout untuk menjangkau pembaca yang lebih luas.

“Kita akan pilih pejuang-pejuang untuk masuk dalam buku itu. Dan kita akan bikin dua edis, buku cetak dan e-book. Buku digital itu untuk menarik para generasi muda, agar mau membaca,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Selain itu, GPPMP akan menggarap film perjuangan berjudul Berkibarlah Benderaku. Movie diharapkan mampu menjadi tool edukasi sekaligus penguatan nilai kebangsaan di tengah gempuran konten populer global.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber