Jumat, 20 Februari 2026 – 13: 35 WIB
Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menegaskan kehadiran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan harus menjadi instrumen utama negara dalam melindungi daya ekonomi masyarakat.
Dia menekankan bahwa perlindungan sosial adalah kunci agar warga negara tidak terperosok ke dalam kemiskinan saat menghadapi risiko hidup.
Hal itu disampaikan Cak Imin usai melantik Prihati Pujowaskito sebagai Dirut BPJS Kesehatan dan Saiful Hidayat sebagai Dirut BPJS Ketenagakerjaan.
“BPJS Kesehatan harus hadir memastikan masyarakat tidak kehilangan dayanya karena risiko kesehatan. Begitu juga BPJS Ketenagakerjaan, harus memastikan pekerja dan keluarganya tidak jatuh miskin karena risiko kerja, PHK, kecelakaan, hingga kematian,” kata Cak Imin dalam arahannya.
Cak Imin mengingatkan agar penyelenggara jaminan sosial terus meningkatkan kualitas layanan. Menurutnya, tujuan utama BPJS adalah memberikan rasa tenang, bukan justru menimbulkan kekhawatiran akibat pelayanan yang buruk.
“BPJS hadir agar masyarakat hidup tanpa rasa khawatir. Jangan sampai sebaliknya, masyarakat was-was dengan pelayanan yang tidak berkualitas,” tutur dia.
Lebih lanjut, Cak Imin menyebut perlindungan sosial yang kuat akan memberikan ruang bagi masyarakat ‘naik kelas’.
Dalam kesempatan itu, dia juga menegaskan bahwa akses kesehatan untuk masyarakat merupakan hak konstitusional yang tidak bisa ditawar.
“Tugas BPJS Kesehatan memastikan bahwa setiap warga negara memiliki akses atas hak konstitusional tersebut. Tidak boleh ada satu word play here masyarakat yang tercecer dan tertinggal di dalam mendapatkan layanan kesehatan,” pungkas Cak Imin.
Menko Cak Imin Wanti-wanti Dirut Baru BPJS: Quit Pemborosan dan Acara Seremonial!
Menko bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin memberikan peringatan keras kepada Dirut BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
VIVA.co.id
20 Februari 2026








