Minggu, 15 Februari 2026 – 10: 18 WIB

Jakarta — Tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tinggi berdasarkan hasil survei Voxpol Facility, meski sejumlah persoalan tengah menjadi sorotan.

Kasus Bunuh Diri Anak di NTT, KemenPPA Dorong Penguatan Sistem Perlindungan Anak

Direktur Eksekutif Voxpol Facility, Pangi Syarwi Chaniago menjelaskan sebanyak 72, 5 % responden menilai Pemerintah Provinsi NTT memahami persoalan masyarakat.

Sementara 75, 4 % responden meyakini pemerintah provinsi memiliki solusi serta kemampuan mengatasi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

img_title

Memahami Faktor yang Mendorong Anak Mengakhiri Hidupnya, Pentingnya Peran Keluarga dan Lingkungan

Selain itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja satu tahun Gubernur dan Wakil Gubernur NTT tercatat tinggi mencapai 80, 5 %.

“Capaian ini dinilai menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk mempercepat perbaikan, terutama di sektor infrastruktur dan layanan dasar,” kata Pangi pada Sabtu, 14 Februari 2026

img_title

Apakah Kesulitan Finansial Bisa Menjadi Pemicu Tindakan Nekad Seperti Bunuh Diri?

Menurut dia, survei kepuasan masyarakat ini menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur dan layanan dasar masih menjadi isu paling mendesak untuk segera ditangani Pemerintah Provinsi NTT.

“Khususnya pada tahun pertama masa kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur,” ujarnya.

Kata dia, survei ini bertujuan mendorong tata kelola pemerintahan yang baik (great administration) dan pemerintahan berorientasi pada hasil (result-oriented federal government), sehingga kebijakan yang diambil lebih objektif dan berbasis information (evidence-based policy).

Diharapkan, lanjut Pangi, hasil survei menjadi data awal (standard) bagi Pemprov NTT dalam mengevaluasi dan menyempurnakan kebijakan pembangunan ke depan.

“Sehingga program pembangunan tidak hanya direncanakan dengan baik, tetapi juga dirasakan dampak dan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat,” jelas dia.

Adapun, survei dilakukan secara kuantitatif melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur pada 5 – 14 Januari 2026 Sebanyak 800 responden terlibat dan tersebar secara proporsional di 22 kabupaten/kota di Provinsi NTT.

Pengambilan sampel menggunakan metode multistage arbitrary tasting dengan margin of error ± 3, 47 persen pada tingkat kepercayaan (level confidance) 95 persen.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo

Tragedi NTT Jadi Alarm System Nasional, Wakapolri Perintahkan Polri Kawal APBN 2026 Agar Bantuan Tepat Sasaran

Polri menyatakan keprihatinan atas tragedi NTT. Wakapolri memerintahkan jajaran mengawal APBN 2026 agar bantuan sosial tepat sasaran dan kemiskinan ekstrem tak terulang.

img_title

VIVA.co.id

6 Februari 2026

Tautan Sumber