Senin, 16 Februari 2026 – 16:34 WIB

Papua Selatan, VIVA – Perburuan pelaku penembakan pesawat Smart Air di Bandara Korowai, Papua Selatan, mulai membuahkan hasil. Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz bersama Satuan Brimob Polda Papua dan jajaran Polres Yahukimo berhasil menangkap empat orang terduga pelaku.



Detik-detik Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK di Teras Rumahnya

Penangkapan dilakukan dalam dua hari terakhir pasca insiden yang mengguncang dunia penerbangan perintis di Papua tersebut. Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz, Brigadir Jenderal Polisi Faizal Ramadhani, mengungkapkan total ada 20 orang yang telah berhasil diidentifikasi sebagai terduga pelaku.

”Dalam dua hari terakhir, aparat telah mengamankan empat orang. Dua diantaranya dipastikan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, masing-masing berinisial GW dan EH. Sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman,” katanya, Senin, 16 Februari 2026.


img_title

Ngeri! Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK di Rumahnya

Berdasarkan keterangan saksi dan penumpang yang selamat, kelompok pelaku diduga menggunakan tiga hingga empat senjata api laras panjang saat melakukan aksi. Selain itu, mereka juga membawa senjata tradisional seperti tombak, panah, dan parang. Hingga kini, jenis serta asal senjata api tersebut masih dalam proses identifikasi aparat.

Faizal menyebut kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo diperkirakan berjumlah sekitar 200 orang dan tersebar dalam kelompok-kelompok kecil. Sejak Januari 2026 hingga pekan lalu, tercatat sudah 23 kasus kekerasan yang diduga melibatkan kelompok tersebut.


img_title

AS Siagakan Pesawat Pembom B-2 di Tengah Ketegangan dengan Iran

”Korban dalam rangkaian kekerasan itu adalah warga sipil, mulai dari pilot, sopir, hingga pekerja yang membantu pembangunan sekolah. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Kami pastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti,” tutut dia.

Wakil Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi Adarma Sinaga, menambahkan bahwa operasi penegakan hukum dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya represif tetapi juga preventif dan preemtif.

”Kami tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas penerbangan perintis bisa berjalan. Pengamanan bandara, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus kami tingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” ujar Adarma.

Ia menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan aparat.

Halaman Selanjutnya

”Sehingga penegakan hukum berjalan, namun kehidupan warga tetap terlindungi,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber