Kamis, 19 Februari 2026 – 14:15 WIB
Jakarta – Di tengah pasar kerja yang melambat, ada sinyal menarik bagi lulusan baru. Meski perekrutan cenderung datar dan lowongan entry-level menyusut, perusahaan tetap agresif mencari talenta dari jurusan tertentu.
Bahkan, proyeksi gaji awal untuk 2026 diperkirakan naik di hampir semua bidang studi. Fenomena ini terjadi di Amerika Serikat (AS).
Data tersebut berasal dari Survei Gaji Musim Dingin 2026 yang dirilis Asosiasi Nasional Perguruan Tinggi dan Pengusaha (NACE). Survei tersebut mengumpulkan respons dari 150 organisasi anggota pada periode 8 Oktober hingga 30 November 2025.
Laporan itu memetakan lulusan jurusan kuliah yang paling diminati perusahaan untuk direkrut dari angkatan 2026. Berikut 10 jurusan S1 paling dibutuhkan perusahaan pada 2026, sebagaimana dirangkum dari CNBCKamis, 19 Februari 2026.
1. Keuangan – 61,3 persen perusahaan responden berencana merekrut lulusan bidang ini
2. Teknik Mesin – 61,3 persen
3. Ilmu Komputer – 60 persen
4. Akuntansi – 58,7 persen
5. Administrasi Bisnis atau Manajemen – 58,7 persen
6. Teknik Elektro – 51,3 persen
7. Ilmu dan Sistem Informasi – 48 persen
8. Logistik atau Rantai Pasokan – 44,7 persen
9. Pemasaran – 44 persen
10. Sumber daya manusia – 40 persen
Menariknya, posisi teratas bukan ditempati jurusan teknik, melainkan Keuangan. Ini menunjukkan kebutuhan perusahaan terhadap talenta di bidang keuangan tetap tinggi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan kebutuhan pengelolaan risiko serta strategi bisnis yang semakin kompleks.
Temuan ini hadir di tengah kondisi pasar kerja yang tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya. Data Biro Statistik Tenaga Kerja menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 181.000 pekerjaan sepanjang 2025, jauh lebih rendah dibanding 1,46 juta pada 2024. Sejumlah perusahaan juga mengerem perekrutan entry-level.
Laporan Kemampuan Kerja Lulusan 2025 dari Cengage Group bahkan menyebut kondisi saat ini sebagai pasar kerja entry-level paling sulit dalam lima tahun terakhir. Hanya 30 persen lulusan yang mendapatkan pekerjaan sesuai bidang studinya. Lebih dari 75 persen perusahaan melaporkan merekrut jumlah karyawan entry-level yang sama atau lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya.
Namun di sisi lain, proyeksi gaji awal menunjukkan tren positif. Laporan NACE mencatat hampir semua kelompok jurusan mengalami kenaikan proyeksi gaji awal pada 2026 dibanding 2025. Satu-satunya kategori yang diproyeksikan turun adalah ilmu sosial.
Bidang computer science, yang memiliki rata-rata gaji tertinggi secara keseluruhan, diproyeksikan menawarkan gaji awal sebesar US$81.535 atau setara Rp1.369.788.000 dengan asumsi kurs Rp16.800 per dolar AS. Angka ini naik 6,9 persen dari US$76.251 atau sekitar Rp1.281.016.800 pada tahun sebelumnya.
Halaman Selanjutnya
“Kami melihat bahwa sebagian besar perusahaan memperkirakan akan menaikkan gaji mereka, yang merupakan kabar sangat baik terutama karena perekrutan diperkirakan akan datar untuk angkatan 2026,” kata Presiden dan CEO NACE Shawn VanDerziel.










