Pemprov Jabar Gencar lakukan Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Hoaks Covid-19

Bandung, Kabarsebelas.com – Vaksin Corona alias vaksin COVID-19 sudah dinantikan sejak lama, namun ada saja orang yang masih menolak menggunakan vaksin tersebut. Bahkan, sebagian masyarakat masih percaya berita hoax tengah vaksin COVID-19 yang berkeliaran di berbagai platform media sosial.

Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), total isu hoax Covid-19 yang menyebar di media sosial periode 22 September 2021 mencapai 4.794 konten.

Banyaknya berita hoax terkait vaksin, membuat Edukator hoaks Covid-19, dr RA Adaninggar SpPD menanggapi banyaknya isu hoax Covid-19 yang menyebar di media sosial.

“Ini belum termasuk WA grup ya, padahal ini yang paling gak bisa dikendalikan,” kata dr RA Adaninggar, dikutip dari akun Instagram pribadinya, @drningz.

Adaninggar menduga banyaknya isu hoaks Covid-19 menyebar di Facebook karena penggunanya terbanyak.

“Kenapa bisa banyak banget ya di Facebook? Para edukator gak ada yang mau bantu edukasi di sana kah?,” tanya perempuan yang akrab disapa dr Ningz ini.

Berkaca dari data Kominfo, dokter cantik ini menilai media sosial merupakan sarana paling utama penyebaran konten hoaks Covid-19.

“Apapun itu menunjukkan bahwa media sosial memang menjadi media utama penyebaran hoaks, dan hoaks ini termasuk salah satu faktor yang mendukung masih terjadinya penyebaran Covid, jadi memang harus dilawan sama seperti melawan virusnya,” tegasnya.

Sementara itu, untuk memberikan pemahaman tentang vaksin kepada masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat intens melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan hoaks Covid-19.

“Kami terus memberikan literasi apa itu hoax dan dampaknya agar masyarakat tidak terpengaruh berita hoax,” kata ateng kusnandar, Kabid BPBGM Dispusipda.

Ateng mengakatakan isu hoaks Covid-19 menjadi perhatian khusus Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

“Dan ini ditempuh di divisi kami saat ini, agar masyarakat tetap sehat, tetap mencegah penyebaran Covid-19 dengan tidak termakan hoaks yang beredar,” tutup ateng.(red)