Menteri Sosial RI Resmikan Kelompok Binaan PHE ONWJ

Jakarta, Kabarsebelas.com – Menteri Sosial Tri Rismaharini, meresmikan Sentra Kreasi Atensi 5R++ di Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (8/11/2021).

Sentra Kreasi Atensi (SKA) 5R++ ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok rentan, seperti pemulung dan disabilitas melalui program penguatan kapasitas dan kewirausahaan.

“SKA ini sengaja kami perluas untuk jadi tempat berjualan sekaligus membuka sarana belajar (berwirausaha) bagi masyarakat” kata Risma.

Sentra Kreasi Atensi 5R++ ini lahir atas kerjasama PHE ONWJ selaku Zona 5 Regional Jawa Subholding Upstream dengan Yayasan Kumala dan Kementerian Sosial RI.

Yayasan Kumala sendiri merupakan mitra PHE ONWJ dalam melaksanakan Program 5R++ yang merupakan salah satu program unggulan PHE ONWJ yang diinisiasi sejak tahun 2011 dengan mengintegrasikan konsep pemberdayaan kelompok rentan dan konsep pengelolaan sampah di wilayah DKI Jakarta.

Program 5R++ merupakan program pengembangan dari konsep pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi Reduce, Reuse, Recycle, Resale, dan Reshare. Melalui Program 5R++ ini, PHE ONWJ bersama dengan Yayasan Kumala telah berhasil mengentaskan lebih dari 450 anak jalanan, memberdayakan 625 kelompok rentan, dan mereplikasi konsep pemberdayaan kelompok rentan berbasis lingkungan ke 6 wilayah provinsi yang kemudian diadopsi oleh Kementerian Sosial RI pada salah satu program unggulan mereka, yaitu Sentra Atensi (Asistensi Rehabilitasi Sosial) menjadi Sentra Atensi 5R++.

“Sentra Kreasi Atensi 5R++ merupakan bentuk nyata kerjasama yang baik antara perusahaan, pemerintah, dan yayasan dalam penanganan masalah sosial yang ada di DKI Jakarta”’ tutur Abah Dindin, selaku Direktur Yayasan Kumala.

Ery Ridwan selaku Head of Comrel Zona 5 menyatakan, melalui Sentra Kreasi Atensi 5R++ ini, penanganan masalah sosial yang disebabkan oleh kelompok rentan dapat lebih maksimal. “Kelompok rentan tidak hanya diberikan pelatihan vokasional pengolahan sampah daur ulang dan kerajinan tangan, pelatihan bubut kayu, bank sampah, dan produk kreatif lainnya, tetapi juga diberikan bekal kewirausahaan sehingga nantinya kelompok rentan dapat lebih mandiri”, terangnya.(rls)