Legislator Sebut PT KAI Dzolim Lantaran Gusur Puluhan Rumah Warga di Jalan Anyer Dalam

BANDUNG,- Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono mengecam tindakan PT KAI yang melakukan penggusuran rumah di Jalan Anyer Dalam Kelurahan Kebon Waru Kecamatan Batununggal Kota Bandung.

Ono menilai PT KAI seharusnya mengedepankan aspek kemanusiaan dan cara-cara humanis dalam melakukan eksekusi mengingat warga sudah puluhan tahun tinggal di lokasi tersebut.

“PT KAI tidak menggunakan standar-standar kemanusiaan dalam melakukan eksekusi lahan.
Bahkan surat pemberitahuan disampaikan hanya sehari sebelum pembongkaran. Lebih parahnya PT KAI bertindak represif dengan melibatkan 1000 Polisi Khusus KA,” beber Ono usai menyambangi warga terdampak penggusuran di Jalan Anyer Dalam Rt 5 dan 6 Rw 4 Kelurahan Kebon Waru Kota Bandung, Minggu (21/11).

Saat dikunjungi, sebagian warga mengungsi ke masjid sebagian lagi ke rumah sanak familinya.

Sejumlah perabot rumah tangga terlihat berserakan di jalan-jalan bekas pemukiman warga.

Sejauh mata memandang terlihat tumpukan material bangunan sisa eksekusi yang dibiarkan menumpuk.

Ono mengungkapkan keprihatinannya terlebih menurut keterangan warga sempat ada oknum yang melakukan kekerasan hingga warga terluka.

Tak hanya itu, kata Ono, warga juga mengeluhkan tindakan petugas yang membawa barang-barang milik warga dengan alasan diamankan.

“Kalau diamankan itu harus ada persetujuan, tapi kalau barang warga dibawa entah kemana itu sama saja rampok. Saya katakan PT KAI itu zholim karena bertindak sewenang-wenang. Ingat Indonesia adalah negara hukum,” tegasnya.

Kepada warga korban penggusuran Ono mengatakan akan memberikan bantuan advokasi hukum terkait perampasan barang.

Selain itu, ia juga meminta warga agar solid dan kompak.

“Informasi dari warga tidak ada satupun perwakilan Pemerintah Daerah yang hadir. Jangan sampai ada anggapan konflik antara warga dengan PT KAI sengaja dibiarkan. Saya minta PT KAI untuk bertanggung jawab,” tukasnya.

Ono menambahkan agar DPRD Kota dan Provinsi
mengundang secara khusus PT KAI dan duduk bersama mencari solusi.

“Kami juga akan laporkan juga ke Komisi di DPR RI yang terkait dengan BUMN untuk segera menyikapi PT KAI. Terlebih penggusuran ini dilakukan untuk membangun sebuah pusat bisnis. Ini dzolim manakala membangun pusat bisnis ini menyengsarakan rakyat yang sudah berpuluh puluh tahun tinggal di lokasi tersebut,” pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha mengatakan bahwa pihaknya telah berupaya memanggil PT KAI terkait penggusuran rumah warga Jalan Anyer Dalam.

Namun, menurut dia, selama ini PT KAI tak kooperatif dan tak pernah memenuhi undangan.

Selain itu, Achmad meminta agar PT KAI memberikan uang kerahiman atau ganti untung yang layak kepada warga.

“Uang kerahiman ini tentu harus layak sehingga dapat digunakan untuk mencari tempat tinggal. Setidaknya sebagai warga negara mendapatkan perlindungan dari Pemkot,” cetusnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ono yang didampingi juga oleh anggota DPR RI Junico Siahaan dan DPRD Jabar Yunandar Eka Perwira meninjau dapur umum ala kadarnya yang dibuat warga di pelataran sebuah masjid.

“Sebagai bentuk keprihatinan, kami memberikan bantuan untuk dapur umum Rp.10juta,- tandas Ono. (*)