Sadis, Dua Wartawan Disiksa dan Dipaksa Minum Air Kencing Oleh Oknum Pejabat Karawang

Karawang, Kabarsebelas.com – Seorang oknum pejabat berinisial A yang menjabat sebagai Kepala Dinas di Pemerintahan Kabupaten Karawang menyiksa dan menyekap dua orang wartawan.

Perlakukan biadab dilakukan oleh oknum pejabat Karawang kepada dua wartawan hingga memaksa wartawan meminum air kencing pejabat tersebut.

Dua orang wartawan yang menjadi korban yakni Gusti Sevtian Gumilar dan Zaenal Mustofa. Gusti dan Zaenal dengan kondisi psikis masih trauma melaporkan peristiwa kejam tersebut ke aparat penegak hukum.

Didampingi kuasa hukum dan puluhan wartawan Gusti dan Zaenal melapor ke Polres Karawang dengan nomor laporan STTLP/174/IX/2022/SPKT.RESKRIM/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT, Senin malam 19 September 2022.

Kepada awak media Gusti menuturkan kronologis kejadian hingga penyiksaan yang dialaminya.

Usai launching Persika 1951 dirinya saat itu masih berada di stadion Singaperbangsa Karawang, kemudian ia di bawa oleh orang suruhannya oknum pejabat tersebut ke bekas kantor PSSI Karawang. Sesampainya di kantor tersebut ruangan langsung ditutup tidak boleh ada yang masuk selain orang orang dari oknum pejabat tersebut.

Untuk memegang handphone korban terbatas karena handphone ya di sita dan sampai hari ini handphone tidak tau kemana.

Kemudian korban mulai menerima pukulan dari kalangan suporter dan kemudian ia di cekokin minuman keras oleh oknum pejabat tersebut.

Bahkan oknum pejabat dengan inisial A tersebut mencekoki korban tiga kali dengan air kencing sambil melakukan pemukulan dan penyikutan di kepala korban.

Kemaluan korban juga di tendang oleh oknum pejabat Karawang dengan inisial R yang menjabat sebagai ajudan. Bahkan oknum tersebut juga melakukan pengancaman akan menghabisinya.
Ada sekitar 4 sampai 5 orang yang melakukan pemukulan kepada korban.

Korban di aniyaya dari malam hingga pagi hari hingga tak dasarkan diri dan bisa pulan karena di jempaut oleh saudaranya. Kemudian korban diselamatkan dan bawa ke salah satu kantor Dinas dan baru pulang pukul 18.00 WIB Minggu sore 18 September 2022.

“Saya dianggap provokasi dan meng up soal jabatan kosong dan launching Persika 1951,”terang Gusti.

Oknum pejabat tersebut mengancam jika ia buka Laporan Polisi saudara saya akan diberhentikan dan bahkan ada pengancaman pembunuhan nanti anak saya akan jadi anak yatim. Distu ada sekitar 4 sampai 5 orang PNS yang saya kenal.

Lebih lanjut Gusti menjelaskan bahwa ia dan Zaenal Mustofa yang juga merupakan seorang wartawan di aniaya secara terpisah.

Zaenal dijemput dirumahnya saat itu didalam mobil korban terus disiksa. Zaenal dijemput paksa pukul 04.00 Wib pagi dini hari.

Zaenal Mustofa kondisinya saat ini mengalami robek di kepalanya akibat dari pemukulan tersebut.

Kuasa Hukum Korban Chandra Irawan meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap oknum pejabat tersebut.

“Tim kuasa hukum akan memohon upaya perlindungan saksi dan korban. Selain perlunya rehabilitasi atas psikologis korban,”katanya.***